
Gilberto Silva saat di acara FIFA World Cup Trophy Tour di JCC, Jakarta, Kamis (22/1/2026). (Foto: Nick Hano)
Penulis: Irfan Sudrajat
TVRINews - Jakarta, Indonesia
Legenda FIFA, Gilberto Silva, menyampaikan tentang arti Piala Dunia bagi dirinya.
Gilberto Silva tidak akan pernah melupakan momen ketika dirinya meraih trofi Piala Dunia.2002.
Trofi Piala Dunia satu dari sejumlah trofi yang pernah diraih dalam kariernya.
Gelar Liga Inggris (Premier League) bersama Arsenal di musim 2003/2004, atau ketika membawa Panathinaikos juara Liga Super Yunani 2009/2010.
Namun, dari sekian gelar yang diraih pria kelahiran Lagoa da Prata, Brasil 7 Oktober 1976 ini, gelar Piala Dunia menjadi pencapaian yang paling berharga.
Hal itu terungkap dalam wawancara eksklusifnya dengan TVRI, televisi nasional yang memegang hak siar Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada Juni nanti.
Dalam wawancara tersebut, Gilberto Silva mengibaratkan bahwa meraih trofi atau gelar Piala Dunia sebagai "memenangkan sebuah pertarungan besar".
"Trofi ini begitu banyak artinya bagi saya. Ini seperti Anda telah memenangkan sebuah pertarungan terbesar dari begitu banyak tantangan," kata Gilberto Silva, dalam wawancara tersebut.
Gilberto Silva datang ke Indonesia pada Kamis (22/1/2026) sebagai Legend FIFA dari acara FIFA World Cup Trophy Tour yang berlangsung di JCC, Senayan, Jakarta.
Ya, banyak tantangan dalam perjalanan karier seorang pemain, begitu juga dengan Gilberto Silva.
Tantangan tersebut dimulai bagaimana dirinya memulai menekuni sepak bola, berkarier di level klub, bertarung di setiap pertandingan, dan berupaya untuk bisa tampil membela timnas negerinya.
Bagi setiap pemain, dapat mengenakan kostum timnas adalah kebanggaan tersendiri. Gilberto Silva yang merupakan gelandang bertahan berhasil mewujudkan mimpinya bermain untuk Tim Samba.
Tapi, setelah mimpi bermain untuk timnas terwujud, ada mimpi atau harapan lainnya yang juga tidak banyak pemain mampu meraihnya yaitu juara Piala Dunia.
Merengkuh trofi Piala Dunia itu pun terwujud di tahun 2002 ketika Piala Dunia digelar di Korea Selatan dan Jepang.
Dalam laga final Piala Dunia tersebut yang digelar pada 30 Juni 2002, Gilberto Silva yang merupakan gelandang bertahan, tampil sepanjang pertandingan dan membawa Brasil menang 2-0 atas Jerman.
Dua gol Tim Samba yang saat itu di bawah asuhan Luiz Felipe Szolari tercipta dari mesin gol mereka, Ronaldo Nazario di menit ke-67 dan 79.
Brasil pun tampil sebagai juara. Bersama rekan setimnya, Gilberto Silva mengangkat trofi itu di podium, trofi yang menjadi impian semua pemain di dunia.
Sukses meraih trofi Piala Dunia pun menjadi pencapaian puncak perjalanan karier, ini pula yang disampaikan pria yang kini berusia 49 tahun tersebut dalam wawancara di TVRI.
"Setelah memenangkan Piala Dunia, lalu di momen itulah mulai mengingat kembali tentang perjalanan Anda untuk menjadi pemain sepak bola, menjadi bagian dari Timnas Brasil," kata Gilberto Silva, mengenang.
Pada akhirnya, mengenang perjalanan itu memberikannya pemahaman bahwa gelar Piala Dunia bukan hanya tentang perjuangannya, melainkan orang-orang yang selalu memberikan dukungan.
"Namun, Anda tidak memenangkan Piala Dunia itu sendirian, karena Anda memenangkannya dengan keluarga Anda, teman Anda yang selalu mendukung Anda, negara Anda yang mendukung Anda, dan semua fans di dunia," kata Gilberto Silva, menggambarkan.
"Dan dari sanalah, Anda telah memiliki tanggung jawab besar di pundak Anda."
Menurut Gilberto Silva lagi, dia menjaga tanggung jawab ini dan itu dilakukan demi mereka yang selalu mendukung dalam momen-momen perjalanan kariernya hingga meraih gelar Piala Dunia.
"Saya membagi kepada mereka semua momen itu. Dan trofi ini, tidak hanya sangat berarti bagi saya tapi juga bagi kita semua."
Editor: Irfan Sudrajat
