
Foto: Gelandang Timnas Turki Kenan Yidliz (Dok. FIFA) (Cover)
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Play-off zona Eropa Piala Dunia 2026 menjadi fase penentuan yang krusial. Sebanyak 16 negara masih harus berjuang memperebutkan empat tiket terakhir menuju putaran final di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Dalam format satu pertandingan, bukan hanya taktik dan reputasi tim yang berperan, tetapi juga kualitas individu yang mampu mengubah arah laga dalam satu momen.
FIFA menyoroti 12 pemain yang dinilai sedang berada dalam performa terbaik dan berpotensi menjadi penentu lolos atau tersingkirnya negara masing-masing dari jalur play-off.
Harry Wilson (Wales/Fulham)

(Foto: Gelandang Timnas Wales Harry Wilson (Dok. FIFA))
Wales kembali menggantungkan harapan pada Harry Wilson. Winger Fulham itu tampil konsisten sepanjang musim, menjadi pusat kreativitas sekaligus sumber gol tim nasional. Kecepatan, akurasi bola mati, dan keberaniannya mengambil keputusan di area krusial diharapkan mampu membawa Wales melewati hadangan Bosnia dan Herzegovina di Path A.
Tarik Muharemovic (Bosnia dan Herzegovina/Sassuolo)

(Foto: Bek Timnas Bosnia dan Herzegovina Tarik Muharemovic (Dok. FIFA))
Bosnia dan Herzegovina sendiri menaruh kepercayaan pada Tarik Muharemovic. Bek muda Sassuolo berusia 22 tahun ini menunjukkan kematangan di Serie A, memadukan kekuatan fisik dengan ketenangan menguasai bola. Selain kokoh di belakang, ia juga kerap menjadi ancaman melalui situasi bola mati, aspek penting dalam laga hidup-mati seperti play-off.
Mateo Retegui (Italia/Al Qadsiah)

(Foto: Penyerang Timnas Italia Mateo Retegui (Dok. FIFA))
Italia mengandalkan Mateo Retegui sebagai ujung tombak. Striker yang kini bermain di Liga Arab Saudi, Al Qadsiah tersebut tengah tajam dan menjadi figur penting dalam skema pelatih Gennaro Gattuso. Selain naluri gol, kontribusinya dalam fase bertahan membuat Retegui diproyeksikan sebagai kunci upaya Azzurri kembali ke Piala Dunia.
Kenan Yidliz (Turki/Juventus)

(Foto: Gelandang Timnas Turki Kenan Yidliz (Dok. FIFA))
Di Path C, Turki memiliki Kenan Yildiz sebagai simbol generasi baru. Pemain berusia 20 tahun yang sudah dipercaya mengenakan nomor 10 Juventus ini dikenal berkat kreativitas, teknik tinggi, dan keberanian mengambil inisiatif.
Yildiz diharapkan mampu memimpin Turki kembali ke panggung Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2002. Rumania, di sisi lain, berharap pada Dennis Man. Winger PSV Eindhoven tersebut mengandalkan kecepatan dan tembakan kaki kiri mematikan untuk membongkar pertahanan lawan.
Stanislav Lobotka (Slovakia/Napoli)

(Foto: Gelandang Timnas Slovakia Stanislav Lobotka (Dok. FIFA))
Slovakia menaruh beban permainan pada Stanislav Lobotka. Gelandang Napoli ini berperan sebagai pengatur tempo dan penjaga keseimbangan tim. Di usia 31 tahun, play-off bisa menjadi kesempatan terakhirnya tampil di Piala Dunia, sehingga pengalaman dan kecerdasannya sangat dibutuhkan saat menghadapi Kosovo.
Fisnik Asllani (Kosovo/Hoffenheim)

(Foto: Penyerang Timnas Kosovo Fisnik Asllani (Dok. FIFA))
Dari kubu Kosovo, Fisnik Asllani menjadi tumpuan utama. Penyerang Hoffenheim itu menawarkan kombinasi postur tinggi, kekuatan duel udara, dan mobilitas, dengan ambisi besar membawa Kosovo tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Pavel Sulc (Republik Ceko/Lyon)

(Foto: Penyerang Timnas Republik Ceko Pavel Sulc (Dok. FIFA))
Path D mempertemukan sejumlah tim dengan karakter berbeda. Republik Ceko mengandalkan Pavel Sulc, gelandang Lyon yang tampil produktif dan menjadi sumber gol baru.
Nathan Collins (Republik Irlandia/Brentford)

(Foto: Bek Timnas Republik Irlandia Nathan Collins (Dok. FIFA))
Republik Irlandia bertumpu pada Nathan Collins. Bek Brentford tersebut diharapkan mampu memimpin lini belakang lewat duel udara dan ketenangan membaca permainan. Jalur ini juga diisi Denmark dan Makedonia Utara.
Rasmus Hojlund (Denmark/Napoli)

(Foto: Penyerang Timnas Denmark Rasmus Hojlund (Dok. FIFA))
Denmark sendiri memiliki Rasmus Hojlund sebagai andalan utama. Penyerang Napoli itu dikenal dengan kombinasi kekuatan fisik dan kecepatan, serta kemampuannya menciptakan peluang dari situasi sulit. Ketajamannya diharapkan mampu membawa Denmark merebut tiket Piala Dunia yang sempat terlepas secara dramatis pada fase kualifikasi.
Jakub Kiwior (Polandia/Porto)

(Foto: Bek Timnas Polandia Jakub Kiwior (Dok. FIFA))
Di Path B, Polandia mengandalkan konsistensi Jakub Kiwior. Bek kiri Porto tersebut menjadi fondasi pertahanan tim yang tampil sangat solid sepanjang musim.
Roony Bardghji (Swedia/Barcelona)

(Foto: Penyerang Sayap Timnas Swedia Roony Bardghji (Dok. FIFA))
Swedia berharap pada sentuhan magis Roony Bardghji. Meski baru berusia 20 tahun dan minim caps internasional, winger Barcelona itu menawarkan kreativitas dan keberanian yang bisa mengubah jalannya laga melawan Ukraina.
Dennis Man (Rumania/PSV Eindhoven)

(Foto: Penyerang Sayap Timnas Rumania Dennis Man (Dok. FIFA))
Sorotan besar juga tertuju ke Path C, khususnya pada sosok Dennis Man. Winger PSV Eindhoven itu menjadi salah satu pemain paling menentukan bagi Rumania. Dengan kecepatan, kelincahan, dan kemampuan memotong ke dalam untuk melepaskan tembakan kaki kiri, Man kerap menjadi pembeda dalam situasi terbuka.
Konsistensinya bersama PSV, termasuk kontribusi di kompetisi Eropa, membuat Rumania sangat bergantung padanya untuk mengakhiri penantian panjang tampil di Piala Dunia sejak 1998.
Play-Off Zona Eropa
Play-off Eropa akan digelar dengan format satu pertandingan. Semifinal dijadwalkan berlangsung pada 26 Maret 2026, disusul laga final pada 31 Maret 2026. Hanya juara dari masing-masing path yang berhak merebut empat tiket terakhir wakil Eropa ke Piala Dunia 2026.
Di fase krusial ini, satu sentuhan, satu keputusan, atau satu aksi individu bisa menjadi garis tipis antara sejarah dan penyesalan.
Sebanyak 16 negara Eropa masih harus berjuang melalui jalur play-off UEFA. Mereka dibagi ke dalam empat path, masing-masing berisi empat tim.
Setiap path menggelar dua semifinal dan satu final dengan format satu pertandingan. Hanya juara path yang berhak lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
Di Path A, Italia bersaing dengan Irlandia Utara, Wales, serta Bosnia dan Herzegovina. Path B mempertemukan Ukraina, Swedia, Polandia, dan Albania. Path C diisi Turki, Rumania, Slovakia, dan Kosovo, sementara Path D dihuni Denmark, Makedonia Utara, Republik Ceko, dan Republik Irlandia.
Empat pemenang dari jalur ini akan mengisi slot terakhir wakil Eropa di Piala Dunia 2026.
Berikut Hasil Undian Play-off Eropa:
Path A
Italia vs Irlandia Utara
Wales vs Bosnia dan Herzegovina
Final: Wales/Bosnia dan Herzegovina vs Italia/Irlandia Utara
Path B
Ukraina vs Swedia
Polandia vs Albania
Final: Ukraina/Swedia vs Polandia/Albania
Path C
Turki vs Rumania
Slovakia vs Kosovo
Final: Slovakia/Kosovo vs Turki/Rumania
Path D
Denmark vs Makedonia Utara
Republik Ceko vs Republik Irlandia
Final: Republik Ceko/Republik Irlandia vs Denmark/Makedonia Utara
Editor: Redaksi TVRINews
