
Petugas keamanan berjaga di samping Trofi Piala Dunia yang dipajang dalam kotak transparan selama acara di Pusat Kebudayaan Italia di Vancouver, British Columbia, Kanada, Kanada. (Liang Sen/ Xinhua)
Penulis: Muhammad Ridwan
TVRINews - Houston, Amerika Serikat
Rice juga akan terlibat dalam berbagai kolaborasi dan program keterlibatan masyarakat, termasuk menjadi anggota subkomite kunci dan mendukung program relawan FIFA Houston.
Universitas Rice resmi ditunjuk sebagai pendukung resmi kota tuan rumah Houston untuk Piala Dunia 2026. Hal ini menempatkan institusi pendidikan terkemuka di Texas tersebut sebagai pusat persiapan salah satu ajang olahraga terbesar di muka bumi.
Langkah ini memperkuat misi Rice sebagai universitas dengan jangkauan global sekaligus memberi mahasiswa kesempatan terlibat langsung dalam event berskala internasional. Sebagai universitas, Rice berkomitmen menciptakan peluang belajar, membangun jejaring, dan berkontribusi kepada masyarakat yang melampaui batas kampus.
Menyambut Piala Dunia 2026 melalui Komite Tuan Rumah FIFA Houston memungkinkan universitas ini menunjukkan semangat kota Houston. Selain itu dapat memberi pengalaman langsung bagi mahasiswa, sekaligus menegaskan komitmen Rice untuk berdampak global secara personal.
“Peran kami sebagai universitas adalah menciptakan peluang untuk belajar, berjejaring, dan berkontribusi yang melampaui batas kampus. Mendukung Komite Tuan Rumah Piala Dunia FIFA 2026 di Houston memungkinkan Rice membantu menyambut dunia ke Houston — menampilkan semangat kota ini, melibatkan mahasiswa dalam pengalaman langsung yang bermakna, dan berkontribusi dengan cara yang mencerminkan komitmen kami untuk berdampak global secara personal,” kata Presiden Rice, Reginald DesRoches dikutip website resmi Piala Dunia FIFA 2026 Houston.
Sebagai satu-satunya institusi pendidikan tinggi yang menjadi pendukung resmi kota tuan rumah Houston, Rice akan menempati posisi kepemimpinan dan aktif dalam berbagai program sebelum dan selama turnamen. Universitas akan membantu mempromosikan budaya, keberagaman, dan keramahan Houston kepada penonton di seluruh dunia.
“Kami bangga menyambut Universitas Rice sebagai pendukung komite tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026 Houston. Universitas Rice memiliki akar yang sangat kuat di kota ini, dan kami sangat antusias bisa menghadirkan institusi terkemuka seperti ini untuk membantu menyelenggarakan ajang olahraga terbesar di dunia ke Houston,” ucap Presiden Komite Tuan Rumah Houston, Chris Canetti.
Rice juga akan terlibat dalam berbagai kolaborasi dan program keterlibatan masyarakat, termasuk menjadi anggota subkomite kunci dan mendukung program relawan FIFA Houston. Universitas berencana mengadakan kegiatan yang membawa semangat Piala Dunia ke kampus dan masyarakat, seperti menayangkan pertandingan di Tudor Fieldhouse dan Ion, menggelar klinik sepak bola dan program komunitas, mengundang publik untuk tur mandiri kampus, serta menyediakan peluang relawan dan pengalaman belajar langsung bagi mahasiswa.
“Piala Dunia FIFA mewakili yang terbaik dari olahraga global, dan Rice Atletik sangat senang bisa membantu menyambut dunia ke Houston. Kami sangat antusias menyambut penggemar sepak bola di Tudor Fieldhouse dan Ion District untuk merayakan permainan indah pada level tertinggi. Kegiatan ini memungkinkan kami memamerkan kampus dan mahasiswa sekaligus meningkatkan minat terhadap sepak bola di Houston dan menyatukan komunitas kami dalam momen global yang tak terlupakan,” ujar Wakil Presiden dan Direktur Atletik Rice, Tommy McClelland.
Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen terbesar dalam sejarah, berlangsung di tiga negara tuan rumah, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, 16 kota, dengan 48 tim yang akan bertanding dalam 104 pertandingan. Turnamen akan digelar pada 11 Juni sampai 19 Juli mendatang yang diperkirakan akan menarik jutaan penggemar di Amerika Utara serta miliaran di seluruh dunia.
Berdasarkan rencana strategis Momentous, Rice berupaya menghadirkan dampak global melalui pendekatan personal yang berfokus pada mahasiswa. Hal tersebut menjadikan universitas ini institusi terkemuka dunia dalam pengajaran dan penelitian, sekaligus memperluas akses dan kesempatan melalui program bantuan keuangan yang luas.
Editor: Muhammad Ridwan
