
Foto: FIFA
Penulis: Nikky
TVRINews, USA
Teknologi Sensor Perkuat Akurasi Pertandingan
FIFA resmi memperkenalkan Trionda, bola pertandingan yang akan digunakan pada Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Bola buatan Adidas ini diperlengkapi sensor internal terintegrasi yang terhubung dengan sistem VAR, menghadirkan teknologi yang dirancang untuk mempercepat pengambilan keputusan wasit pada situasi krusial seperti offside maupun handball.
Sensor yang tertanam di dalam Trionda mampu merekam gerakan hingga 500 kali per detik, kemudian mengirimkan data secara real-time ke ruang VAR. Kemampuan ini membuat titik sentuhan bola dapat dianalisis lebih akurat, terutama dalam momen permainan berkecepatan tinggi.
Aparel Garis tiga tersebut juga menyempurnakan penempatan sensor agar tidak mengganggu stabilitas ataupun lintasan bola, sehingga performa tetap konsisten baik pada tembakan jarak jauh maupun operan pendek.
Dari sisi desain, Trionda tampil dengan palet warna merah, hijau, dan biru—mewakili Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada sebagai tuan rumah bersama. Nama “Trionda”, yang berarti “tiga gelombang”, dipilih untuk menggambarkan kolaborasi tiga negara tersebut. Motif daun maple dan elemen berbentuk bintang turut ditambahkan sebagai simbol identitas nasional masing-masing.
Direktur Aparel asal Amerika , Sam Handy, menyebut bahwa permukaan bola dilapisi tekstur khusus agar tetap mudah dikontrol di berbagai kondisi lapangan. Menurutnya, adaptasi ini menjadi penting karena ritme permainan di Piala Dunia cenderung cepat dan menuntut presisi tinggi dari para pemain.
Trionda juga mulai dipasarkan ke publik dengan harga sekitar Rp2,7 juta. Meski ditawarkan untuk konsumen umum, model yang sama akan digunakan secara resmi sepanjang turnamen.
Berkat integrasi antara sensor internal dan jaringan kamera stadion, data pergerakan bola dapat diproses seketika, menjadikan Trionda salah satu komponen utama dalam upaya FIFA menghadirkan pertandingan yang lebih lancar, cepat, dan minim kontroversi.
Editor: Redaksi TVRINews
