
Guadalajara, Jalisco, Mexico. (Xinhua-Li Mengxin)
Penulis: Muhammad Ridwan
TVRINews - Jalisco, Meksiko
Jalisco menjadi tuan rumah Piala Dunia untuk ketiga kalinya, setelah turnamen ikonik global tersebut dimainkan pada 1970 dan 1986.
Saat gemerlap kota-kota besar Amerika Serikat mendominasi perhatian menjelang Piala Dunia 2026, ada satu destinasi yang menawarkan pengalaman berbeda, yaitu Jalisco, Meksiko. Di sini, sepak bola berpadu dengan budaya, musik mariachi, tequila, dan tradisi charrería. Paduan tersebut menciptakan atmosfer turnamen yang hangat, manusiawi, serta sarat suasana lokal.
Ibu kota Jalisco, Guadalajara, akan menjadi tuan rumah empat pertandingan babak grup Piala Dunia 2026 di Estadio Guadalajara. Salah satunya adalah pertandingan pembuka, sementara laga utama akan mempertemukan Timnas Meksiko melawan Korea Selatan pada 18 Juni.
Namun, di kota ini, Piala Dunia 2026 bukan hanya soal skor dan gol, melainkan juga tentang pengalaman menyeluruh yang memadukan olahraga dengan budaya dan komunitas. Bagi suporter, salah satu keistimewaan Piala Dunia adalah kesempatan untuk menjelajahi tempat-tempat baru yang sebelumnya kurang dikenal, sambil menikmati pengalaman sekali seumur hidup. Guadalajara menawarkan itu, mulai dari jalanan yang hidup, musik mariachi di setiap sudut, dan aroma tequila yang menjadi identitas budaya Jalisco.
Keadaan ini menjadi kali ketiga Jalisco menjadi tuan rumah Piala Dunia, setelah turnamen ikonik tersebut dimainkan pada 1970 dan 1986. Keberhasilan sebelumnya menjadi modal penting bagi kota tersebut untuk menghadirkan pengalaman yang lebih matang dan berkesan bagi pengunjung dari seluruh dunia.
Gubernur Pablo Lemus Navarro menegaskan bahwa Jalisco berambisi menjadi kota tuan rumah paling Meksiko di Piala Dunia 2026 seperti yang dilaporkan Inside World Football. Filosofi ini tercermin dalam setiap aspek penyelenggaraan, mulai dari tata kelola stadion, keramahtamahan warga, hingga integrasi budaya lokal dalam pengalaman turnamen.
Secara infrastruktur, Jalisco siap menyambut jutaan pengunjung. Terdapat 2.736 fasilitas akomodasi dengan lebih dari 82.000 kamar hotel, lebih dari 46.000 restoran dan tempat makan, serta dua bandara internasional yang memudahkan akses bagi wisatawan. Semua fasilitas ini tersebar di zona wisata utama, memastikan pengalaman penggemar nyaman dan menyenangkan.
Pusat kota Guadalajara akan menjadi lokasi FIFA Fan Festival di Plaza de la Liberacion, yang diperkirakan akan menarik sekitar 3 juta pengunjung selama 39 hari. Festival ini menghadirkan musik, pertunjukan budaya, layar raksasa pertandingan, dan berbagai kegiatan interaktif yang membuat penggemar seolah berada di jantung turnamen.
Di sini, pengalaman Piala Dunia tidak diukur dari kemegahan stadion atau anggaran besar. Sepak bola, budaya, dan kegembiraan menjadi bahasa utama, menciptakan momen yang tak ternilai dan sulit ditiru oleh kota-kota besar Amerika Serikat yang glamor tapi mahal.
Jalisco juga menekankan pendekatan yang lebih manusiawi dan menyentuh hati bagi para pengunjung. Setiap penggemar diundang untuk merasakan kehangatan warga, ikut dalam tradisi lokal, dan menemukan koneksi nyata dengan permainan yang menyatukan semua orang.
Bagi Piala Dunia 2026 yang masih dicerca karena dianggap terlalu berfokus pada dolar dan spektakel di Amerika Serikat, Jalisco menawarkan sesuatu yang berbeda, jiwa sejati turnamen. Di sini, pengalaman dan kenangan lebih penting daripada angka penonton atau nilai tiket.
Dengan kombinasi budaya, sejarah, dan sepak bola, Jalisco berpotensi menjadi momen paling mengesankan dari Piala Dunia 2026. Di Guadalajara, penggemar tidak hanya menyaksikan pertandingan, tetapi ikut merasakan bagaimana sepak bola dapat menyatukan budaya, tradisi, dan kegembiraan dalam sebuah perayaan global.
Editor: Muhammad Ridwan
