
Pertandingan Irak (jersey putih) melawan Tiongkok di Riyadh, Arab Saudi, 8 Januari 2026. (Xinhua/Wang Haizhou)
Penulis: Kunta Bayu Waskita
TVRINews - Baghdad, Irak
Perjalanan Irak menuju play-off terakhir ini tidaklah mudah, tetapi persiapan matang menjadi kunci tim dalam menghadapi tekanan besar yang menyertai misi tersebut.
Timnas Irak masih menjaga asa untuk kembali tampil di Piala Dunia setelah penantian panjang selama 40 tahun.
Langkah itu terbuka lebar usai Irak memastikan tempat di babak play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, berkat hasil penting melawan Indonesia dan Arab Saudi pada Maret 2025.
Irak meraih kemenangan krusial saat menghadapi Indonesia, sebelum menutup fase putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia tersebut dengan hasil imbang melawan Arab Saudi.
Dua hasil itu cukup mengantar Irak menjaga mimpi tampil kembali di panggung sepak bola terbesar dunia sejak terakhir kali berlaga pada Piala Dunia 1986 di Meksiko. Perjalanan Irak menuju play-off terakhir ini tidaklah mudah, tapi persiapan matang menjadi kunci tim dalam menghadapi tekanan besar yang menyertai misi tersebut.
Pelatih Graham Arnold menekankan pentingnya pengendalian tekanan dan fokus tim. Ia mengambil langkah tegas dengan melarang pemain menggunakan media sosial selama dua kamp pelatihan terakhir.
Arnold berkata, “Mereka telah membawa banyak tekanan dan ada banyak ekspektasi,” ujarnya dikutip dari Outlook India. “Saya telah melarang mereka bermain media sosial sejak hari pertama mereka tiba sampai hari kami pergi, dan kami belum kalah satu pun pertandingan,” ucapnya.
Saat ini, Irak hanya membutuhkan satu kemenangan di play-off final pada Maret 2026 melawan pemenang antara Bolivia atau Suriname untuk memastikan tiket ke Piala Dunia 2026, yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Arnold menyadari beban mental yang dirasakan pemain. Ia bahkan mengaku kagum dengan suasana yang tercipta di stadion saat eksekusi penalti.
“Saya belum pernah melihat sesuatu seperti itu malam itu,” ujarnya setelah laga melawan Uni Emirat Arab.
Selain itu, Arnold juga mencatat betapa besar dukungan suporter terhadap timnya, yang mencerminkan semangat bangsa Irak untuk kembali menyaksikan tim nasional mereka di panggung sepak bola terbesar dunia.
Dengan kombinasi pengalaman pelatih, disiplin tim, dan dukungan luar biasa dari pendukung, Irak berharap dapat menutup babak kualifikasi ini dengan sejarah baru dan membawa negaranya kembali ke Piala Dunia setelah empat dekade.
Editor: Kunta Bayu Waskita
