TVRINews, Saarbrucken
Ganda putri Indonesia Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti melangkah ke semifinal Hylo Open 2026.
Pasangan unggulan kelima itu mengalahkan wakil tuan rumah, Stine Kuespert/Isabel Lohau, dalam dua gim langsung dengan skor 21-7, 21-10 pada babak perempat final, di Saarbrucken, Sabtu, 31 Oktober 2026 waktu Tanah Air.
Fadia mengatakan kemenangan tersebut diraih berkat fokus menjaga konsistensi permainan di setiap poin. Mereka juga berusaha tidak meremehkan lawan meski akhirnya mampu menang dengan skor cukup meyakinkan.
"Alhamdulillah pertandingan tadi berjalan lancar dan sesuai dengan pola yang kami inginkan. Kunci kemenangan hari ini lebih ke fokus di setiap poinnya dan tidak menganggap enteng lawan," ujar Fadia dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Menghadapi semifinal, Tiwi/Fadia akan berhadapan dengan unggulan keempat asal Bulgaria, Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva.
Fadia mengaku sudah pernah bertemu pasangan bersaudara itu sebelum berduet dengan Amallia Cahaya Pratiwi.
Meski demikian, ia menegaskan akan tetap fokus menghadapi siapa pun lawannya dan berusaha meminimalkan kesalahan sendiri.
"Pastinya kami mau fokus siapa pun lawannya, pokoknya harus fokus satu demi satu poin dan tidak melakukan kesalahan sendiri," kata Fadia.
Sementara, Tiwi mengaku tidak menyangka bisa menang dengan skor cukup jauh. Menurutnya, pasangan Jerman tersebut tampil solid pada pertandingan sebelumnya dan memiliki keunggulan dalam pola permainan tanpa lob.
"Kami tidak menduga sama sekali bisa menang mudah, karena kami melihat dari match kemarin pasangan Jerman ini cukup solid," kata Tiwi.
Ia menjelaskan, Tiwi/Fadia telah mempelajari pola permainan lawan sebelum pertandingan. Mereka kemudian memilih memperlambat tempo permainan sembari mencari celah untuk menghasilkan poin.
"Keunggulan mereka di pola permainan no-lob, dan tidak mudah untuk dimatikan. Jadi kami cukup mengantisipasi itu," ucap Tiwi.
"Sebelumnya kami mempelajari pola permainan mereka, jadi kami bermain tidak dengan pola yang biasanya mereka mainkan. Kami lebih memperlambat pola tapi juga tetap mencari celah untuk mematikan," tutur Tiwi menambahkan.










