
Foto: Timnas Turki (Dok. FIFA)
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Harapan Timnas Turki untuk tampil di Piala Dunia 2026 kembali menyala menjelang fase play-off kualifikasi zona Eropa.
Pelatih Timnas Turki Vincenzo Montella tetap percaya diri timnya mampu mengamankan tiket ke putaran final meski sempat melalui periode sulit.
Situasi sepak bola Turki sempat memanas pada 7 September 2025. Timnas Turki dibantai Spanyol dengan skor telak 0-6 dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kekalahan tersebut memicu kritik keras terhadap Montella, dengan media lokal menyebut performa tim sebagai “debakel” dan “memalukan”.
Namun, empat bulan berselang, suasana berubah drastis. Montella berhasil menstabilkan tim, dan peluang Turki untuk lolos ke Piala Dunia kembali terbuka.
Optimisme ini tak lepas dari performa solid Turki di EURO 2024. Saat itu, publik mulai percaya tim mereka mampu bersaing dengan negara-negara besar Eropa.
Bahkan, muncul anggapan Turki tengah memasuki era generasi emas. Sayangnya, ekspektasi tinggi tersebut justru menjadi bumerang ketika mereka menghadapi Spanyol di Istanbul.
Alih-alih terpuruk, kekalahan telak itu justru menjadi titik balik. Montella mengambil tanggung jawab penuh atas hasil buruk tersebut dan meminta publik tidak membuat penilaian terburu-buru terhadap timnya.
Respons Turki pun langsung terlihat, dengan kemenangan besar 6-1 atas Bulgaria di laga berikutnya.
Sejak saat itu, Turki tak terkalahkan di kualifikasi. Kemenangan atas Georgia dan Bulgaria memperkuat kepercayaan diri tim, sebelum menghadapi ujian berat di Sevilla.
Meski tertinggal jauh dalam selisih gol dan hanya memiliki peluang tipis untuk menjadi juara grup, Turki berhasil menahan Spanyol 2-2. Hasil tersebut disambut media Turki sebagai kebangkitan di kandang lawan.
“Sikap para pemain hari ini bahkan lebih memuaskan dibandingkan hasilnya,” ujar Montella yang dikutip oleh tvrinews.com dari laman FIFA, Senin, 2 Februari 2026.
Ia juga menanggapi kritik soal rotasi pemain yang cukup masif, dengan total 28 pemain telah dimainkan, termasuk banyak pemain muda.
Menjelang play-off Eropa pada Maret, suasana di kubu Turki diwarnai optimisme yang berhati-hati. Fakta Turki terakhir kali tampil di Piala Dunia pada 2002 membuat ambisi kali ini terasa lebih emosional.
Kegagalan bisa memicu kekecewaan besar, tetapi keberhasilan diyakini akan disambut euforia nasional. Gelandang senior Salih Ozcan menegaskan tekad tim.
“Kami percaya pada diri sendiri. Target kami tetap Piala Dunia. Setelah pertandingan melawan Spanyol, negara lain pasti akan lebih menghormati kami,” ucap Ozcan.
Turki akan menghadapi Rumania pada semifinal play-off, 26 Maret. Jika menang, mereka akan bertemu pemenang laga Slovakia versus Kosovo di partai final lima hari kemudian.
Pada fase krusial ini, sejumlah pemain muda diharapkan tampil menentukan. Arda Guler, yang dijuluki wonderkid sepak bola Turki, diyakini mampu menjadi pembeda lewat kreativitas dan tekniknya.
Ia akan didukung Hakan Çalhanoğlu dan Özcan di lini tengah, yang sarat pengalaman di level tertinggi Eropa.
Kenan Yildız juga disebut sebagai prospek menjanjikan di lini depan. Fleksibilitas dan ketenangannya dalam menguasai bola membuatnya berpotensi menjadi mesin gol timnas di masa depan.
Secara keseluruhan, sektor serang dinilai sebagai kekuatan utama skuad Turki saat ini. Montella pun menutup dengan keyakinan penuh.
“Kami menghadapi dua laga final. Kami fokus satu per satu. Kami akan lolos ke Piala Dunia,” tutur Montella.
Jika berhasil melaju ke putaran final, Turki akan tergabung dalam grup bersama tuan rumah Amerika Serikat, Australia, dan Paraguay di Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Editor: Redaktur TVRINews
