
Foto: Steven (22) Pecinta Bulutangkis Indonesia (TVRINews.com/Christhoper Natanael Raja)
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Steven, seorang pemuda 22 tahun asal Kota Bogor, telah menunjukkan dukungan luar biasa terhadap dunia bulutangkis Indonesia.
Sejak hari pertama Indonesia Masters 2025, Selasa, 21 Januari, Steven tidak hanya hadir untuk menonton, tetapi juga untuk belajar dan mendalami teknik permainan dari para atlet top Tanah Air.
"Saya dari hari pertama, day 1, day 2, sampai hari ini," ujar Steven saat ditemui oleh tvrinews.com di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 25 Januari 2025.
Dalam kesempatannya, Steven mengaku menempuh perjalanan jauh menggunakan kereta dari Bogor, bahkan sempat kembali larut malam, seperti yang ia alami pada hari kedua sebelumnya saat menunggu pertandingan hingga pukul 10 malam.
Steven tidak asing dengan suasana Istora, karena sudah sering menghadiri turnamen bulutangkis di sana, baik itu Indonesia Masters, BWF World Tour Super 500 maupun Indonesia Open dengan level 1000.
"Saya sudah pernah datang sejak Indonesia Masters 2022," kata Steven.
Meski terkadang tidak bisa datang setiap hari, ia selalu berusaha hadir di turnamen besar seperti Indonesia Open 2024.
Ketika ditanya soal hobinya, Steven mengungkapkan kecintaannya pada bulutangkis, baik sebagai penonton maupun sebagai pemain. Kadang ia bermain di lapangan dekat rumah atau bersama teman-temannya.
"Saya hobi nonton, sambil belajar teknik-teknik dari atlet," ucap Steven.
Dukungan Steven kali ini difokuskan kepada wakil-wakil Indonesia, terutama Jonatan Christie dan pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, yang ia sebut sebagai legenda.
"Jojo itu bermainnya bagus banget, Hendra/Ahsan mainnya keren dan juga legend, panutan buat yang lain," tutur Steven dengan antusias.
Namun, ia juga berpikir tentang masa depan bulutangkis Indonesia setelah pensiunnya Daddies (Ahsan/Setiawan).
Menurutnya, ada beberapa pasangan muda yang berpotensi menggantikan mereka, seperti Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, dan Daniel Marthin/Muhammad Shohibul Fikri.
Steven juga memberikan pandangan tentang jajaran PBSI yang baru serta kepelatihan yang ada.
"Kalau bisa badminton Indonesia diperbaiki lagi, dimajukan lagi, supaya mereka banyak hasil di turnamen-turnamen," tutur Steven.
Meski hasil dari dua turnamen sebelumnya, Malaysia Open dan India Open, belum membuahkan juara, Steven menilai hal tersebut bisa dimaklumi, terutama untuk pasangan yang baru dibentuk, seperti Rinov Rivaldy/Lisa Ayu Kusumawati.
"Kalau pasangan baru, ya dimaklumi karena baru dipasangin. Tapi yang lain, permainannya harus ditingkatkan," kata Steven.
Bagi Steven, dukungan terhadap atlet Indonesia bukan sekadar soal menonton pertandingan, tetapi juga tentang memberikan semangat untuk terus berkembang dan berprestasi.
Editor: Redaktur TVRINews
