Penulis: Fityan
TVRINews-Zurich, Swiss
Pemain berpengalaman bersiap menjalani penampilan perdana mereka di putaran final Piala Dunia.
Sementara sorotan sering kali tertuju pada talenta muda yang sedang naik daun, Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi panggung pembuktian bagi deretan pemain veteran yang telah lama menanti kesempatan di level tertinggi.
etelah berjuang selama bertahun-tahun di babak kualifikasi, sejumlah pemain berusia di atas 30 tahun dipastikan akan mencicipi atmosfer putaran final untuk pertama kalinya.
Turnamen yang akan dimulai pada 11 Juni mendatang di Amerika Utara ini menjadi puncak karier bagi para pemain yang kerap disebut sebagai elder statesmen atau negarawan senior di tim nasional masing-masing.
Dedikasi Tanpa Batas
Salah satu sosok yang paling menonjol adalah penyerang Austria, Marko Arnautovic. Pemain berusia 36 tahun ini memegang rekor nasional dengan 130 penampilan dan 47 gol.
Arnautovic telah mendedikasikan 17 tahun karier internasionalnya untuk membawa Austria kembali ke panggung dunia sejak terakhir kali mereka tampil pada 1998.
Kisah serupa datang dari kapten Skotlandia dan bek kiri Liverpool, Andrew Robertson. Meski telah memenangkan hampir semua trofi di level klub, Robertson harus menunggu hingga usia 31 tahun untuk membawa negaranya mengakhiri penantian 28 tahun.
"Perjalanan menuju puncak sepak bola bagi Robertson tidaklah mudah," catat laporan resmi FIFA mengenai perjuangan bek yang telah mengoleksi 90 caps tersebut.
Pencapaian Sejarah Negara
Piala Dunia kali ini juga menjadi momen bersejarah bagi negara-negara yang baru pertama kali lolos. Eldor Shomurodov akan memimpin Uzbekistan dalam debut mereka di turnamen ini.
Penyerang tajam tersebut telah mencetak 43 gol dalam 88 pertandingan, menjadi simbol kebangkitan sepak bola Asia Tengah.
Di wilayah Karibia, penjaga gawang Eloy Room berhasil membawa Curaçao menjadi negara dengan populasi terkecil yang pernah lolos ke Piala Dunia. Room, yang kini berusia 36 tahun, mencatatkan clean sheet krusial saat melawan Jamaika untuk mengamankan tiket bersejarah tersebut.
Kembalinya Para Raksasa yang Terlupakan
Bagi Pantai Gading, kembalinya mereka ke putaran final mengakhiri hiatus selama 12 tahun. Gelandang veteran Jean Michael Seri diharapkan menjadi penyeimbang di lini tengah setelah absen di babak kualifikasi akhir akibat cedera pergelangan kaki.
Sementara itu, kapten Paraguay Gustavo Gomez akhirnya berhasil mematahkan kegagalan di tiga kampanye kualifikasi sebelumnya. Dengan hanya satu kekalahan dari 12 pertandingan kualifikasi, Gomez siap memimpin Los Guaranies kembali ke panggung global.
Turnamen ini bukan sekadar kompetisi bagi para pemain ini, melainkan sebuah penghargaan atas loyalitas dan kerja keras mereka selama lebih dari satu dekade membela panji negara.
Editor: Redaktur TVRINews
