
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat (Dok. TVRINews.com/Christhoper Natanael Raja)
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora), Taufik Hidayat menanggapi serius kasus penyalahgunaan narkoba yang menjerat pebasket asing klub IBL Tangerang Hawks, Jarred Dwayne Shaw. Ia berharap kejadian ini menjadi peringatan penting bagi seluruh induk cabang olahraga (cabor) dan atlet di Tanah Air.
Diketahui, Jarred Shaw, pemain asal Amerika Serikat, ditangkap oleh pihak kepolisian Bandara Soekarno-Hatta setelah menerima paket berisi narkotika jenis Delta 9 THC pada Rabu, 14 Mei 2025. Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita total 132 buah dengan berat bruto mencapai 869 gram.
“Ini yang ketahuan, yang tidak kita tahu bisa jadi lebih banyak. Atlet harus tahu batas mana yang boleh dan tidak, apalagi soal narkoba,” ujar Taufik kepada media.
Lebih lanjut, Taufik menekankan bahwa jika terbukti bersalah, Shaw harus diproses secara hukum agar menjadi efek jera. Ia juga menolak jika pelaku kembali dibiarkan beraktivitas seperti biasa setelah kasus mencuat.
Baca Juga: Tangerang Hawks Pecat Pemain Asing usai kasus Narkoba
“Kita negara hukum. Kalau memang bersalah, proses hukum harus berjalan. Ini bisa jadi contoh bahwa perbuatan itu salah,” tegasnya.
Kemudian, Taufik mengingatkan bahwa ancaman terhadap karier atlet tidak hanya datang dari narkoba, tetapi juga dari penggunaan doping. Ia mencontohkan bagaimana cabang olahraga bulu tangkis sangat disiplin dalam urusan tersebut karena ada tes doping rutin di hampir setiap pertandingan.
“Dari obat saja kita sudah waswas, apalagi narkoba. Sanksinya berat, bisa dua tahun sampai seumur hidup tergantung kasusnya,” jelasnya.
Karena itu, ia mengimbau semua atlet agar tidak melakukan tindakan sembrono yang bisa merusak masa depan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
“Sudah latihan sejak kecil, kerja keras bertahun-tahun, masa rusak hanya karena hal konyol seperti ini?” ucapnya.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah berencana melakukan penyuluhan terhadap para atlet dan pengurus cabor terkait bahaya narkoba. Ia berharap kasus Jarred Shaw bisa benar-benar dijadikan peringatan.
“Cabor harus belajar dari kasus ini. Kadang atlet bisa saja tidak tahu apa yang dikonsumsi, tapi tetap saja itu keliru dan bisa berakibat fatal,” tuturnya.
Selain itu, Taufik juga mendorong Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) dan klub yang bersangkutan agar segera bertindak dan memastikan kasus ini tidak berdampak lebih luas.
“Saya harap Perbasi cepat bertindak, jangan sampai menjalar ke pemain lain. Ini momen untuk bersih-bersih,” ungkapnya.
Editor: Redaktur TVRINews
