
Iran merupakan negara pertama yang memastikan diri lolos ke Piala Dunia FIFA 2026 [Foto: Al Jazeera/Ibraheem Al Omari)
Penulis: Fityan
TVRINews – Teheran
Menteri Olahraga Ahmad Donyamali menegaskan tim nasional tidak akan berangkat ke Amerika Serikat di tengah eskalasi konflik.
Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan pengunduran diri dari turnamen sepak bola FIFA World Cup mendatang. Keputusan ini diambil menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, menyatakan bahwa partisipasi dalam kompetisi tersebut mustahil dilakukan mengingat situasi geopolitik saat ini. Terlebih, sebagian besar pertandingan babak penyisihan grup Iran dijadwalkan berlangsung di kota-kota Amerika Serikat seperti Los Angeles dan Seattle.
"Mengingat rezim korup [AS] telah membunuh pemimpin kami, dalam kondisi apa pun kami tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia," tegas Donyamali dalam wawancara dengan televisi pemerintah pada Rabu 11 Maret 2026.
Ancaman Keamanan dan Eskalasi Konflik
Konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak 28 Februari lalu dilaporkan telah merenggut setidaknya 1.255 nyawa dan melukai lebih dari 12.000 orang dalam 12 hari pertama.
Sebagai balasan, Teheran meluncurkan gelombang rudal dan pesawat tak berawak ke pangkalan militer AS serta infrastruktur strategis di kawasan Timur Tengah.
Donyamali menekankan bahwa faktor keamanan atlet menjadi pertimbangan utama di balik keputusan boikot ini.
"Anak-anak kami tidak aman, dan secara fundamental, kondisi untuk berpartisipasi itu tidak ada," tambah Donyamali. "Mereka telah memaksakan perang kepada kami dan membunuh ribuan rakyat kami. Maka, kami tentu tidak bisa hadir di sana."
Respons FIFA dan Ketidakpastian Federasi
Pernyataan ini merupakan sikap resmi pertama dari pejabat tinggi pemerintah Iran. Sebelumnya, Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, sempat meragukan partisipasi tim nasional namun tidak secara eksplisit menyebutkan aksi boikot.
"Jika kondisi Piala Dunia seperti ini, siapa yang dengan pikiran sehat akan mengirimkan tim nasional mereka ke tempat seperti itu?" ujar Mehdi Taj pada awal Maret lalu.
Di sisi lain, Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan telah melakukan pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump untuk membahas persiapan turnamen. Melalui unggahan di media sosial, Infantino menyebut bahwa Trump memastikan kehadiran tim Iran akan tetap diterima di Amerika Serikat.
"Dalam diskusi tersebut, Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran tentu saja diterima untuk berkompetisi di turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat," tulis Infantino.
Iran sendiri merupakan negara pertama yang mengamankan kualifikasi untuk Piala Dunia tahun ini, yang dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Hingga berita ini diturunkan, FIFA belum memberikan pernyataan resmi terkait mekanisme penggantian posisi Iran dalam turnamen tersebut.
Editor: Redaktur TVRINews
