
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Pelatih Ganda Putra Indonesia Antonius Budi Ariantho menyambut positif keputusan tim pelatnas berangkat lebih awal ke Inggris untuk menjalani program aklimatisasi jelang All England Open Badminton Championships yang berlangsung pada 3–8 Maret mendatang.
Menurut Antonius, langkah tersebut krusial untuk memastikan para pemain ganda putra tampil dalam kondisi optimal saat pertandingan dimulai.
“Menurut saya sangat bagus kita bisa berangkat lebih awal. Pengaruhnya cukup besar untuk anak-anak,” ujar Antonius dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Selasa, 24 Februari 2026.
Rombongan pelatnas terbang ke London melalui Istanbul dan selanjutnya melanjutkan perjalanan darat menuju Milton Keynes. Bagi Antonius, waktu tambahan sebelum turnamen menjadi kesempatan penting untuk menyesuaikan diri dengan perbedaan waktu dan suhu.
Ia menilai adaptasi terhadap cuaca dingin di Inggris tidak bisa dianggap sepele, mengingat para pemain sebelumnya berlatih di kondisi panas Jakarta.
“Dengan tiba lebih awal, kendala seperti jetlag atau perubahan cuaca yang ekstrem bisa diminimalkan. Ada waktu untuk penyesuaian sebelum masuk pertandingan,” ucap Antonius.
Tak hanya beradaptasi secara fisik, Antonius memastikan program latihan selama aklimatisasi sudah masuk fase pra-kompetisi. Dengan undian yang telah dirilis, materi latihan akan lebih banyak berisi simulasi pertandingan.
“Undian sudah keluar, jadi sambil menjalankan program aklimatisasi, menu latihannya masuk ke pra-kompetisi yang banyak game,” kata Anthonius.
Dari 20 atlet pelatnas yang akan turun di All England 2026, hanya pasangan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi yang tidak mengikuti program aklimatisasi karena masih berlaga di German Open.
Bagi Antonius, persiapan detail seperti ini menjadi bagian penting dalam menjaga sektor ganda putra tetap kompetitif di turnamen bergengsi tersebut. Dengan adaptasi yang maksimal, ia berharap para pemain mampu tampil stabil sejak babak awal dan bersaing hingga fase akhir.
Editor: Redaktur TVRINews
