
Momen Belanda taklukan Spanyol di Piala Dunia 2014
Penulis: Fityan
TVRINews-Salvador
Belanda membalas kekalahan final 2010 dengan kemenangan telak 5-1 atas juara bertahan di Salvador.
Sejarah sepak bola mencatat sebuah malam di Arena Fonte Nova sebagai titik balik runtuhnya era keemasan Spanyol.
Dalam laga pembuka Grup B Piala Dunia 2014, Belanda tidak hanya sekadar menang, mereka menghancurkan keraguan dunia melalui penampilan individu paling elektrik yang pernah ditunjukkan oleh Arjen Robben.

Arjen Robben. usai mencetak gol
Pertandingan ini merupakan pertemuan ulang final Johannesburg 2010.
Spanyol, yang datang sebagai favorit utama sekaligus juara bertahan, awalnya terlihat memegang kendali.
Penalti kontroversial yang dieksekusi dengan sempurna oleh Xabi Alonso sempat membawa La Roja unggul lebih dulu.
Namun, momen sebelum jeda menjadi titik balik saat Robin van Persie mencetak gol sundulan terbang yang kini menjadi ikon sejarah.
Memasuki babak kedua, panggung sepenuhnya menjadi milik Arjen Robben.
Dengan kecepatan yang sulit dikejar oleh lini belakang Spanyol, pemain sayap tersebut mengubah lapangan hijau menjadi area bermain pribadinya.
Dua gol yang ia sarangkan bukan sekadar angka, melainkan demonstrasi keterampilan teknis dan kecepatan yang mematikan.
Taktik Brilian Louis van Gaal
Keberhasilan Belanda bukanlah sebuah kebetulan.
Pelatih Louis van Gaal mengakui bahwa ia telah merancang strategi serangan balik yang spesifik untuk mengeksploitasi garis pertahanan tinggi Spanyol.
"Robben menjadi kunci taktik saya. Saya memutuskan untuk bermain dengan serangan balik untuk memancing para bek Spanyol agar maju ke depan. Rencananya adalah Wesley Sneijder dan Daley Blind memberikan bola kepadanya," ujar Van Gaal seperti dikutip dari laporan resmi FIFA.
Dampaknya sangat destruktif bagi Spanyol. Vicente del Bosque, arsitek di balik kesuksesan Spanyol sebelumnya, mengakui betapa sulitnya meredam keganasan pemain nomor 11 tersebut.
"Robben benar-benar menghancurkan kami. Dia sangat cepat dan ahli dalam menggiring bola. Ketika dia dalam performa terbaiknya, dia sangat mematikan," ungkap Del Bosque.
Dominasi Fisik dan Mental
Statistik mencatat kehadiran 48.173 penonton yang menjadi saksi bagaimana Iker Casillas, yang empat tahun sebelumnya menjadi pahlawan di Afrika Selatan, dipaksa jatuh bangun menghadapi serangan bergelombang Belanda.
Rekan setim di level klub sekaligus lawan di lapangan, Javi Martinez, bahkan menyamakan performa Robben dengan karakter fiksi.
"Dia luar biasa. Dia terlihat seperti pemain dari video gim.
Kecepatan dan kemampuannya berada di level yang berbeda," tutur Martinez.
Kemenangan 5-1 ini tetap dikenang sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia.
Bagi Belanda, ini adalah penebusan atas kegagalan di masa lalu, sementara bagi Spanyol, ini adalah sinyal berakhirnya sebuah hegemoni.
Robben meninggalkan Salvador bukan sekadar sebagai pencetak gol, melainkan sebagai sosok yang mengubah arah sejarah turnamen di tanah Brasil.
Editor: Redaktur TVRINews
