
Trump Jamin Iran Bisa Bertanding Piala Dunia 2026
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Washington DC
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sempat menjamin bahwa Timnas Iran akan diterima untuk bertanding di wilayah Amerika Serikat pada ajang Piala Dunia FIFA 2026.
Namun jaminan tersebut tidak mengubah sikap pemerintah Iran yang memutuskan tidak mengirimkan tim nasionalnya ke turnamen tersebut.
Keputusan itu disampaikan oleh Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali, tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
“Dalam keadaan apa pun kami tidak dapat berpartisipasi,” kata Donyamali dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran yang dikutip tvrinews.com, Kamis, 12 Maret 2026.
Menurutnya, situasi keamanan dan kondisi politik saat ini membuat Iran tidak mungkin mengikuti turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Donyamali merujuk pada serangan udara yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel yang berujung pada tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.
“Mengingat rezim ini telah membunuh pemimpin kami, tidak ada celah bagi kami untuk hadir di Piala Dunia. Keamanan para pemain kami tidak terjamin, dan secara fundamental kondisi untuk berkompetisi sudah tidak ada lagi,” ucap Donyamali.
Pernyataan keras Teheran tersebut muncul sehari setelah Presiden FIFA Gianni Infantino bertemu dengan Trump di Gedung Putih.
Dalam pertemuan itu, Trump menyatakan bahwa tim Iran tetap dipersilakan datang dan bertanding di Amerika Serikat selama turnamen berlangsung.
“Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran tentu saja dipersilakan untuk bertanding di Amerika Serikat,” tulis Infantino melalui akun media sosialnya yang dikutip tvrinews.com, Kamis, 12 Maret 2026.
Infantino juga menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi alat pemersatu dunia di tengah konflik global.
Meski demikian, jaminan diplomatik tersebut tidak cukup untuk meredam kemarahan pemerintah Iran. Sebelumnya, Presiden Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj juga telah menyampaikan pesimisme terhadap kemungkinan partisipasi timnya di turnamen tersebut.
Sesuai statuta FIFA, pengunduran diri dari putaran final Piala Dunia dapat memicu konsekuensi serius.
Iran berpotensi menghadapi sanksi berupa denda administratif antara 275.000 hingga 555.000 euro, kemungkinan larangan mengikuti turnamen internasional di masa depan, serta proses disipliner tambahan dari FIFA.
Dalam undian grup sebelumnya, Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Seluruh pertandingan grup tersebut dijadwalkan berlangsung di Los Angeles dan Seattle.
Absennya delegasi Iran dalam pertemuan perencanaan FIFA di Atlanta pekan lalu kini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa keputusan boikot tersebut telah bersifat final.
Editor: Redaktur TVRINews
