
Bek Timnas Argentina, Juan Foyth cedera tendon achilles yang membuatnya tidak dapat tampil di Piala Dunia 2026. (Grafis: Mohamad Yusuf)
Penulis: Irfan Sudrajat
TVRINews - Villarreal, Spanyol
Timnas Argentina kehilangan bek andalan serbabisa setelah Juan Foyth cedera tendon achilles.
Mimpi Juan Foyth untuk bermain di Piala Dunia 2026 sirna setelah bek berusia 28 tahun ini cedera tendon achilles kaki kiri. Klub Juan Foyth, Villarreal, mengabarkan kondisi tersebut pada Minggu (25/1/2026) malam waktu setempat.
"Melanjutkan hasil tes tim medis Villarreal, Juan Foyth dinyatakan mengalami robek di tendon achilles saat tampil dalam laga kemarin menghadapi Real Madrid," demikian pernyataan Villarreal.
Cedera tendon achilles merupakan cedera yang paling ditakuti pemain selain cedera lutut. Cedera ini membutuhkan waktu yang panjang dalam proses penyembuhan, bisa mencapai enam bulan atau dapat lebih lama lagi.
Dengan demikian, sangat kecil kemungkinannya bahkan nyaris mustahil bagi Foyth untuk dapat tampil bersama Timnas Argentina di Piala Dunia 2026 .
Piala Dunia 2026 akan berlangsung mulai 11 Juni yang artinya sekitar lima bulan lagi. Jarak waktu tersebut tidak memungkinkan bagi pemain yang cedera tendon achilles untuk bisa siap tampil dalam pertandingan.
Karena itu, ini menjadi mimpi buruk bagi Juan Foyth, pemain yang memang ingin tampil dalam Piala Dunia 2026 bersama Lionel Messi dan kawan-kawan. Meski namanya baru muncul dalam setahun terakhir ini sebagai salah satu pemain andalan pelatih Lionel Scaloni, namun Juan Foyth kini menjadi sangat penting.
Musim ini di La Liga, Juan Foyt pemain andalan Villarreal. Kekalahan dari Real Madrid memang kekalahan kedua beruntun Villarreal di La Liga. Meski demikian, saat ini Villarreal ada di papan atas tepatnya peringkat keempat klasemen sementara.
Juan Foyth telah tampil dalam 22 laga untuk Timnas Argentina. Namun demikian, untuk ajang Piala Dunia, dia baru tampil sekali, itu pun sebagai pemain cadangan. Momen itu terjadi di Piala Dunia 2022 lalu saat Timnas Argentina menang 3-0 atas Kroasia di semifinal. Ketika itu, pelatih Lionel Scaloni menurunkannya menggantikan Nahuel Molina di menit ke-86. Walau hanya bermain sekitar empat menit, performa Juan Foyth mendapatkan pujian di laga tersebut.
Kini, kemampuannya sebagai bek semakin berkembang dan dia pemain yang sangat disukai banyak pelatih. Selain bisa bermain sebagai bek tengah dan bek kanan, Juan Foyth adalah pemain serbabisa yang juga dapat tampil sebagai gelandang bertahan.
Juan Foyth juga menjadi bagian dari eksperimen Lionel Scaloni yang mencoba menggunakan pola tiga bek di pertahanan. Eksperimen tersebut terjadi di laga terakhir Timnas Argentina, dalam uji coba menghadapi Angola, 14 November 2025 lalu.
Dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Argentina 2-0 itu, Lionel Scaloni menempatkan Juan Foyth bersama Cristian Romero dan Nicolas Tagliafico dengan pola 3-5-2. Trio lini belakang ini tampil penuh sepanjang 90 menit yang menandakan bahwa Lionel Scolani kemungkinan akan mencoba pola ini sebagai salah satu pilihannya.
Namun, cedera Juan Foyth menjadi persoalan bagi Lionel Scaloni. Pelatih berusia 47 tahun tersebut harus mencari pemain yang dapat menggantikan peran Juan Foyth di lini belakangnya.
Cederanya Juan Foyth membuka peluang bagi sejumlah pemain belakang Timnas Argentina, termasuk bek Manchester United, Lisandro Martinez. Pemain belakang ini juga baru sembuh dari cedera achilles.
Pada Piala Dunia 2022 lalu saat Argentina juara, Lionel Scaloni membawa lima bek tengah termasuk Juan Foyth.
Bintang Marseille, Leonardo Balerdi, dan bek Bournemouth, Marcos Senesi, serta pemain River Plate, Lautaro Rivero, memiliki peluang untuk menggantikan peran Juan Foyth di jantung pertahanan Tim Tango di Piala Dunia 2026.
Argentina di Piala Dunia 2026 berada di Grup J bersama Aljazair, Austrria, dan Yordania. Laga pertama Argentina menghadapi Aljazair pada 16 Juni 2026 yang merupakan pertandingan pertama Grup J di Piala Dunia 2026.
Editor: Irfan Sudrajat
