
Foto: Timnas Yordania (Dok. FIFA)
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya, Yordania tidak datang ke panggung global sekadar sebagai pelengkap.
Tiket ke Piala Dunia 2026 justru menjadi titik awal era baru bagi The Nashama, generasi emas yang ingin membuktikan bahwa mereka layak bersaing di level tertinggi.
Tergabung di Grup J, Yordania langsung dihadapkan pada tantangan berat. Austria dan Aljazair menanti di San Francisco Bay Area, sebelum duel prestisius melawan juara dunia Argentina di Dallas.
Dengan Yazan Al-Naimat masih diragukan tampil akibat cedera serius, sorotan kini tertuju pada sejumlah pemain yang diharapkan mampu membawa Yordania melangkah lebih jauh.
Mousa Al Taamari
Foto: Penyerang Sayap Timnas Yordania Mousa Al Taamari (Dok. FIFA)
Mousa Al Taamari menjadi tumpuan utama. Dijuluki “Messi-nya Yordania”, pemain sayap kiri berusia 28 tahun ini dikenal lewat kecepatan, tusukan tajam, dan kaki kiri mematikan.
Perjalanannya dari kompetisi lokal hingga kini bersinar bersama Rennes di Prancis mencerminkan perkembangan bertahap yang konsisten. Tiga gol dan lima assist musim ini menegaskan perannya sebagai pembeda, bukan hanya di lapangan, tetapi juga sebagai motor semangat di ruang ganti.
Ali Olwan

Foto: Penyerang Timnas Yordania Ali Olwan (Dok. FIFA)
Di lini depan, Ali Olwan tampil sebagai pemimpin alami. Ketika Al Taamari dan Al-Naimat absen di Piala Arab, Olwan justru mencuri perhatian dengan enam gol dan membawa Yordania ke final.
Penyerang 25 tahun ini punya insting gol kuat, mobilitas tinggi, serta kemampuan membaca ruang yang matang. Torehan 27 gol internasional, termasuk sembilan di fase kualifikasi, menjadikannya salah satu aset paling produktif Yordania.
Yazan Al Arab
Foto: Bek Timnas Yordania Yazan Al Arab (Dok. FIFA)
Sektor pertahanan dikomandoi Yazan Al Arab, figur sentral yang menggabungkan agresivitas, kecerdasan membaca permainan, dan ketenangan saat membangun serangan dari belakang.
Bermain reguler bersama FC Seoul sejak 2024, Al Arab telah mengoleksi 70 caps dan menjadi jangkar kepercayaan dalam momen-momen krusial.
Tammer Bany Odeh
Foto: Timnas Yordania (Dok. FIFA)
Dari lini tengah menyerang, Tammer Bany Odeh menawarkan warna berbeda. Pemain 22 tahun ini tumbuh di Eropa, menimba pengalaman di Denmark dan Inggris, sebelum memilih membela Yordania. Fleksibilitasnya bermain di berbagai peran ofensif memberi pelatih opsi taktis tambahan, terutama dalam menghadapi lawan-lawan dengan gaya berbeda.
Nizar Al Rashdan
Foto: Gelandang Timnas Yordania Nizar Al Rashdan (Dok. FIFA)
Keseimbangan tim dijaga Nizar Al Rashdan. Berperan sebagai gelandang jangkar, ia menjadi penghubung antar lini, memastikan struktur permainan tetap rapi saat para pemain depan menyerang.
Dengan pengalaman lintas liga di Timur Tengah dan 38 caps internasional, Al Rashdan adalah sosok stabil yang kerap luput dari sorotan, tetapi vital bagi permainan Yordania.
Piala Dunia 2026 akan menjadi ujian terbesar bagi generasi ini. Namun bagi Yordania, kehadiran di Amerika Utara bukan akhir dari penantian panjang, melainkan kesempatan untuk menegaskan identitas baru di peta sepak bola dunia.
Editor: Redaktur TVRINews

Foto: Penyerang Sayap Timnas Yordania Mousa Al Taamari (Dok. FIFA)
Foto: Bek Timnas Yordania Yazan Al Arab (Dok. FIFA)
Foto: Timnas Yordania (Dok. FIFA)
Foto: Gelandang Timnas Yordania Nizar Al Rashdan (Dok. FIFA)