
Trofi Piala Dunia
Penulis: Riki Ilham Rafles
TVRINews – Paris, Prancis
Pemerintah Prancis dan Jerman menegaskan sikap atas desakan untuk memboikot Piala Dunia 2026.
Hak atas penentuan keberlangsungan Piala Dunia mutlak ada di tangan FIFA dan anggotanya. Hal ini ditegaskan oleh pemerintah Prancis dan Jerman di tengah ramainya desakan untuk melakukan boikot.
Menteri Olahraga Prancis, Marina Ferrari menilai, Piala Dunia 2026 merupakan turnamen besar dan layak mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Desakan untuk memboikot Piala Dunia 2026 menurutnya tak relevan, karena olahraga harus dipisahkan dari isu politik.
Terlebih lagi ini adalah Piala Dunia, ajang paling bergengsi dalam olahraga sepak bola. Banyak orang yang sudah menantikan keseruannya.
Meski desakan dari dalam negeri bermunculan, tapi ditegaskan oleh Ferrari, tidak ada keinginan dari pihaknya untuk melakukan boikot.
"Saya adalah salah satu orang yang percaya untuk memisahkan olahraga dari politik. Piala Dunia adalah momen yang sangat penting bagi mereka yang mencintai olahraga," kata Marina Ferrari, dikutip dari The Guardian, Jumat, 23 Januari 2026 WIB.
Penolakan untuk turut campur dalam urusan boikot Piala Dunia 2026 juga dilontarkan pemerintah Jerman melalui Sekretaris Kabinet Bidang Olahraga, Christiane Schenderlein.
Menurutnya, keberlangsungan Piala Dunia 2026 mutlak ada di tangan FIFA dan anggotanya. Mereka yang harusnya jadi penentu dalam setiap pengambilan keputusan.
"Keputusan mengenai partisipasi atau boikot dalam acara olahraga besar sepenuhnya berada di tangan asosiasi olahraga yang berwenang, bukan politisi," ujar Schenderlein.
"Oleh karena itu, penilaian ini harusnya dilakukan oleh asosiasi masing-masing, dalam hal ini Federasi Sepak Bola jerman dan FIFA," tambahnya.
Belakangan muncul desakan untuk memboikot penyelenggaraan Piala Dunia 2026, terutama di Amerika Serikat. Hal ini tak terlepas dari keputusan-keputusan politik yang diambil oleh pemerintahan yang dipimpin oleh Donald Trump.
FIFA memilih untuk tidak turut campur ke dalamnya. Yang menjadi fokus mereka sekarang adalah mempersiapkan penyelenggaraan Piala Dunia edisi ke-23 agar berlangsung sukses.
Editor: Riki Ilham Rafles
