
Mantan bintang Timnas Amerika Serikat, Chris Wondolowski. (Grafis: Mohamad Yusuf)
Penulis: Irfan Sudrajat
TVRINews - California, Amerika Serikat
Chris Wondolowski satu-satunya pemain terkenal di MLS yang memilik darah suku Kiowa dan Cherokee.
Chris Wondolowski, mantan penyerang Timnas Amerika Serikat, menyambut antusias Piala Dunia 2026 yang akan bergulir di negaranya. Menurut Chris Wondolowski, Piala Dunia 2026 kesempatan bagi The Stars and Stripes untuk melangkah lebih jauh di turnamen ini.
Di Amerika Serikat, olahraga Super Bowl (American Football) paling popular tentunya. Namun, Chris Wondolwski optimistis bahwa Piala Dunia 2026 menjadi momentum penting negerinya terutama dalam sepak bola.
"Ini akan sangat menarik bagi kami, khususnya saya yang pernah menyaksikan Piala Dunia 1994, ketika kami juga menjadi tuan rumah," kata Chris Wondolowski, dalam podcast The Sports Leader, pekan lalu.
"Saya berharap Amerika Serikat bisa memberikan kejutan, melangkah lebih jauh di Piala Dunia, memanfaatkan momentum ini untuk bersaing dengan tim-tim Eropa dan Amerika Selatan yang memiliki tradisi besar di turnamen ini," dia menambahkan.
Chris Wondolowski masih berusia 11 tahun ketika Piala Dunia 1994 digelar di Amerika Serikat dan dia menyatakan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. Dari momen itulah kemudian dirinya berkarier di sepak bola, sebuah pilihan yang kemudian tidak popular dalam olahraga di Amerika Serikat.
Dalam sejarahnya, kecuali di Piala Dunia yang pertama, Timnas Amerika Serikat selalu terhenti di 16 besar. Kini, dengan bermain dalam dukungan fans, bisa menjadi faktor yang membuat Amerika Serikat membuat kejutan.
Nama Chris Wondolowski tentu saja tidak terlalu di kenal di sepak bola dunia. Namun di Major League Soccer (MLS), pria yang kini berusia 43 tahun tersebut merupakan pemegang rekor gol terbanyak sepanjang masa di MLS dengan total 171 gol.
"Dari masa itu saya mencintai sepak bola dan saya bangga pernah menjadi bagian dari sejarah Amerika Serikat tampil di Piala Dunia," kata Chris Wondolowski lagi.
Kini, Piala Dunia kembali lagi ke Amerika Serikat dengan sejumlah perubahan yang sangat besar. Salah satu stadion terbesar yaitu Stadion Levi's akan menjadi salah satu tempat digelarnya pertandingan Piala Dunia 2026.
Chris Wondolowski bahkan pemain yang istimewa karena dia termasuk segelintir atlet keturunan asli Amerika yang berhasil masuk tim nasional. Chris Wondolowski memilih sepak bola yang membawanya tampil di ajang internasional yaitu Piala Dunia.
Momen itu terjadi pada Piala Dunia 2014 silam. Dalam usia 31 tahun, Chris Wondolowski masuk skuad Timnas Amerika Serikat yang ketika itu di bawah asuhan Jurgen Klinsmann.
Debutnya di Piala Dunia 2014 terjadi saat Amerika Serikat menghadapi Portugal di fase grup. Dalam laga 23 Juni 2014 itu, Chris Wondolowski hanya tampil sekitar tiga menit. Dia masuk menggantikan Clint Dempsey di menit ke-87 dalam laga yang berakhir 2-2.
Selanjutnya, Chris Wondolowski kembali diturunkan sebagai pemain pengganti di laga lawan Belgia, masuk di menit ke-72 menggantikan Graham Zusi. Namun, Timnas Amerika kalah 1-2 di laga 16 besar itu. Amerika Serikat pun terlempar dari turnamen ini.
Chris Wondolowski Indian Amerika dari ibunya, Janis Hoyt yang memiliki darah suku Kiowa dan Cherokee. Tidak banyak Indian Amerika di olahraga Amerika Serikat dan sangat sedikit pula yang menjadi pemain sepak bola profesional.
Chris Wondolowski salah satunya, pemain yang memiliki darah suku Kiowa dan Cherokee dapat tampil di Major League Soccer (MLS) dan tampil di Timnas Amerika Serikat. Chris Wondolowski bahkan anggota dari suku Kiowa yang berada di Oklahoma. Seperti Indian lainnya, dia memiliki nama suku yaitu Bowe Dye yang berarti "Pejuang yang datang dari balik bukit".
Ketika dia tampil di Piala Dunia 2014 yang digelar di Brasil, orang-orang Kiowa berkumpul di Carniagie, Oklahoma, untuk menonton penampilan Chris Wondolowski. Termasuk kakeknya yang berusia 82 tahun mengenakan t-shirt dengan foto Chris Wondolowski.
"Saya fasih berbahasa Kiowa. Saya sudah berkeliling dunia. Tapi saya tidak terlalu mengerti sepak bola,” kata Whitehorse-Delaune, kakek Chris Wondolowski, kepada Aljazeera America saat itu. “Bagi seseorang yang tidak berbicara bahasa Inggris sampai usia 6 tahun tapi memiliki seseorang yang bermain di tim nasional, dan dia berasal dari keluarga Anda? Itu sungguh luar biasa. Lihatlah seberapa jauh kami telah melangkah.”
Pada November 2025 lalu, Chris Wondolowski masuk dalam daftar National Soccer Hall of Fame Amerika Serikat sebagai bagian dari "Class 2026". Penghargaan tersebut diberikan atas 17 musim pengabdiannya di sepak bola (2005-2021), khususnya bersama klub San Jose Earthquakes.
Chris Wondolwoski membawa Amerika Serikat juara Piala Emas pada 2013 dan dia tampil sebagai salah satu top scorer dengan mencetak 5 gol di turnamen tersebut, bersama Landon Donovan yang juga bintang Timnas Amerika Serikat. Pada 1 Mei 2026 nanti, penghargaan tersebut akan diberikan kepada Chris Wondolowski yang akan digelar di Stadion Toyota di Frisco, Texas.
Editor: Irfan Sudrajat
