
Foto: Penasihat Klub Semen Padang Andre Rosiade (Dok. TVRINews.com/Christhoper Natanael Raja)
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Penasihat Klub Semen Padang Andre Rosiade menegaskan dirinya bukan bagian dari mafia sepak bola. Klarifikasi ini disampaikan menyusul tuduhan yang diarahkan kepadanya usai laga Persebaya Surabaya melawan Semen Padang.
Andre menceritakan peristiwa itu terjadi saat ia menonton langsung pertandingan di Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada 11 Mei 2025 lalu. Semen Padang sempat unggul 1-0 lewat gol yang dicetak oleh Cornelius Stewart, sebelum skor menjadi imbang 1-1 usai Bruno Moreira mencatatkan namanya di papan skor. Saat laga berlangsung, ia diteriaki “mafia” oleh suporter Persebaya.
“Kalau diteriaki di stadion, saya anggap biasa saja, itu bagian dari demokrasi di stadion. Yang saya tidak terima adalah ketika akun-akun media sosial menggiring opini, memviralkan, sampai masuk FYP. Itu yang saya keberatan,” kata Andre kepada wartawan termasuk tvrinews.com di Bareskrim Polri, Jumat, 8 Agustus 2025.
Merasa tuduhan tersebut perlu diluruskan, Andre menempuh jalur hukum dengan melapor ke Bareskrim Polri. Proses hukum berlangsung sekitar dua hingga tiga bulan.
“Ternyata setelah diproses, terlapor mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Sebagai warga negara yang baik, saya maafkan dan saya cabut laporannya. Tujuan saya hanya memberikan pelajaran dan klarifikasi utuh bahwa saya bukan mafia sepak bola,” ujar Andre.
Andre juga menegaskan, tuduhan itu tidak sampai mengarah kepada keluarganya. Ia hanya ingin membuktikan kepada publik bahwa dirinya adalah korban fitnah.
Terkait pertandingan Persebaya melawan Semen Padang, Andre mengatakan tidak merasa dicurangi.
“Mungkin penonton di Surabaya merasa dicurangi, sehingga menyebut saya mafia sepak bola. Padahal itu tidak benar,” tutur Andre.
Baca Juga: Kemendagri–BP Tapera Bantu Pegawai Berpenghasilan Rendah Dapatkan Rumah Layak
Editor: Redaksi TVRINews
