TVRINews, Ichinomiya
Indonesia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 atas China pada final beregu putra bulutangkis Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, Kamis, 24 September 2026.
Poin kedua Indonesia disumbangkan pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang mengalahkan He Jiting/Liu Yi melalui pertarungan dua gim dengan skor 23-21, 21-10.
Pertandingan tersebut disiarkan langsung oleh Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) melalui kanal TVRI Sport.
Leo/Daniel tampil dalam tekanan setelah Indonesia tertinggal 1-2. Pada gim pertama, pasangan Indonesia bahkan sempat berada dalam posisi tertinggal 17-20. Namun, Leo/Daniel mampu membalikkan keadaan dan merebut gim pembuka 23-21.
Memasuki gim kedua, permainan Leo/Daniel semakin solid. Komunikasi dengan pasangan dan pelatih terus dijaga hingga mereka mampu mengendalikan pertandingan dan menang 21-10.
Daniel mengatakan dirinya dan Leo berusaha tampil tenang serta tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk menyumbangkan poin bagi Indonesia.
"Puji Tuhan tadi bermain cukup baik, pastinya kami ingin menyumbang poin jadi tadi tidak mau kalah. Kami banyak komunikasi dan juga main lebih tenang. Saya rasa ini momen yang pas, kapan lagi kan jadi tidak mau menyia-nyiakan kesempatan," ujar Daniel dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Kamis, 24 September 2026.
Daniel juga menyebut pengalaman pada Asian Games 2022 Hangzhou menjadi motivasi tambahan. Saat itu, Indonesia menghadapi Korea Selatan di nomor beregu dengan hasil yang tidak sesuai harapan.
"Kami belajar dari kesalahan di beregu Asian Games 2022 Hangzhou. Kami lawan Korea saat itu dan hasilnya kurang baik jadi tidak mau mengalami kesalahan yang sama. Itu jadi motivasi kami untuk bisa memenangkan pertandingan," kata Daniel.
Sementara, Leo mengungkapkan kunci kemenangan mereka adalah bermain tanpa beban. Ketika tertinggal 17-20 pada gim pertama, mereka berusaha menjaga permainan tetap berjalan hingga akhirnya mampu membalikkan keadaan.
"Kami coba bermain nothing to lose. Saat tertinggal 17-20 di gim pertama, kami mencoba masuk saja dulu bolanya. Ternyata bisa membalikkan keadaan," ucap Leo.
Pada gim kedua, Leo/Daniel terus menjaga komunikasi dengan pasangan dan pelatih. Dukungan dari rekan-rekan setim yang berada di belakang lapangan juga turut menambah semangat mereka.
"Di gim kedua kami terus komunikasi dengan partner, dengan pelatih untuk menjaga hawanya agar terus lebih baik. Teman-teman juga di belakang sangat mendukung," tutur Leo.
Setelah berhasil menyamakan kedudukan, Leo menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota tim yang telah berjuang dalam pertandingan final tersebut. Ia juga meminta dukungan untuk Moh Zaki Ubaidillah atau Ubed yang menjadi penentu terakhir.
"Terima kasih untuk yang sudah berjuang tadi, sudah maksimal. Sekarang saatnya memberikan suntikan semangat untuk Ubed," kata Leo.
Dengan skor sementara 2-2, peluang Indonesia untuk merebut medali emas Asian Games 2026 akan ditentukan oleh tunggal putra ketiga, Moh Zaki Ubaidillah (Ubed).
Ubed dijadwalkan menghadapi Weng Hongyang pada pertandingan penentuan. Hasil laga tersebut akan menentukan negara yang membawa pulang medali emas nomor beregu putra.
Sebelumnya, Alwi memangkas ketertinggalan Indonesia menjadi 1-2 dari China mengalahkan Li Shi Feng dalam pertarungan tiga gim dengan skor 23-21, 15-21, 21-16.
Kemenangan Alwi membuat Indonesia memangkas ketertinggalan menjadi 1-2 dari China. Sebelumnya, Jonatan Christie kalah dari Shi Yuqi 13-21, 18-21, kemudian Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri takluk dari Liang Weikeng/Wang Chang 20-22, 21-19, 14-21.










