
Tropi Piala Dunia 2026 (Foto: BBC News)
Penulis: Fityan
TVRINews-Washington DC
Pemerintah Amerika Serikat meluncurkan sistem penjadwalan khusus bagi pemegang tiket FIFA di tengah pengetatan kebijakan imigrasi.
Pemerintahan Donald Trump secara resmi meluncurkan mekanisme percepatan visa bagi pendukung sepak bola internasional yang akan menghadiri Piala Dunia 2026.
Langkah ini diambil guna menyeimbangkan tuntutan logistik turnamen global dengan kebijakan pengawasan perbatasan yang kian ketat di bawah administrasi saat ini.
Departemen Luar Negeri AS telah memperkenalkan FIFA Priority Appointment Schedule System.
Program ini memberikan akses prioritas wawancara visa bagi pemegang tiket resmi, sebagai upaya memitigasi kepadatan antrean di konsulat Amerika di seluruh dunia.
Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri menyatakan bahwa pemerintah akan mengerahkan lebih dari 500 staf tambahan ke berbagai kantor konsuler untuk menangani lonjakan permohonan tersebut.
"Tujuannya adalah memastikan kelancaran perjalanan bagi salah satu ajang olahraga terbesar di dunia," ujar Pejabat Departemen Luar Negri AS, sebagaimana dilaporkan Bloombeng International Minggu 25 Januari 2026.
Ia menambahkan bahwa saat ini waktu tunggu wawancara di lebih dari 80% negara telah ditekan hingga di bawah 60 hari.
Kontras Kebijakan Imigrasi
Kebijakan akselerasi ini muncul di tengah lanskap politik yang kompleks.
Meski mempermudah akses bagi penggemar sepak bola, Gedung Putih tetap menjalankan agenda imigrasi yang ketat.
Awal Januari ini, pemerintah AS membekukan pemrosesan visa untuk 75 negara, termasuk negara-negara dengan tradisi sepak bola kuat seperti Brasil, yang telah mengamankan tiket ke turnamen tersebut.
Dinamika ini menciptakan tantangan unik bagi AS sebagai tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko.
Para pengamat mencatat adanya ketegangan antara prosedur keamanan perbatasan yang diperluas, termasuk pemeriksaan media sosial yang lebih mendalam dengan kebutuhan untuk menyambut jutaan pengunjung internasional.
Persiapan Menuju Agenda Global
Selain Piala Dunia, efektivitas sistem visa ini dipandang sebagai ujian awal bagi Los Angeles yang akan menjamu Olimpiade Musim Panas 2028.
Sebelumnya, delegasi asing sempat menyuarakan kekhawatiran bahwa birokrasi yang kaku dapat menghambat partisipasi global.
Namun, optimisme tetap disuarakan oleh otoritas terkait.
Ketua Olimpiade Los Angeles, Casey Wasserman, sebelumnya memberikan apresiasi terhadap langkah proaktif satuan tugas Gedung Putih dalam menyinkronkan protokol akreditasi dan pemrosesan visa.
Turnamen Piala Dunia 2026 diprediksi akan menjadi edisi terbesar dalam sejarah FIFA, dan langkah Washington ini menandai upaya krusial dalam memastikan kesiapan infrastruktur diplomatik Amerika Serikat di panggung dunia.
Editor: Redaktur TVRINews
