
Gianluca Scamacca saat merayakan gol di Liga Champions 2025/2026 saat Atalanta menghadapi Chelsea, 9 Desember 2025 lalu. (Foto: Xinhua)
Penulis: Irfan Sudrajat
TVRINews - Roma, Italia
Timnas Italia tidak memiliki mesin gol produktif yang membuat Gli Azzurri sulit untuk tampil di Piala Dunia 2026.
Langkah Timnas Italia untuk ke Piala Dunia 2026 belum selesai. Gli Azzurri, salah satu negara Eropa yang memiliki sejarah besar di sepak bola harus menjalani laga play-off kualifikasi Piala Dunia 2026.
Ketika negara lain sudah fokus dengan rencana menghadapi Piala Dunia, Italia masih dibayangi dengan pertanyaan, "Bisakah Italia lolos?", ataukah untuk ketiga kalinya secara beruntun Italia absen di ajang terbesar sepak bola dunia ini.
Dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya yaitu 2018 dan 2022, Italia memang absen karena tidak lolos kualifikasi. Kini, mereka menghadap ancaman yang sama. Jika itu yang terjadi, tentu wajah sepak bola negeri yang pernah juara empat kali Piala Dunia ini tercoreng.
Sebenarnya, apa yang terjadi dengan Timnas Italia sehingga Gli Azzurri begitu sulit untuk mendapatkan tiket lolos ke Piala Dunia 2026? Gennaro Gattuso tentu sudah bisa melihat dengan mudah apa penyebabnya.
Pelatih Timnas Italia ini tahu bahwa Italia masih dalam fase krisis pemain yang produktif dalam mencetak gol. Di Liga Italia atau Serie A contohnya, sulit ditemukan nama pemain asal Italia yang memimpin daftar pencetak gol.
Nama teratas dalam daftar pencetak gol adalah Lautaro Martinez (Argentina) di Liga Italia 2025/2026 yang masih bergulir ini. Bahkan, di lima liga besar Eropa, tidak ada nama pemain Italia dalam 10 daftar pencetak gol terbanyak sementara.
Kompetisi liga hanya salah satu cara untuk melihat krisis tersebut. Ajang Liga Champion 2025/2026 ini bahkan lebih parah lagi. Liga Champions 2025/2026 baru saja mengakhiri fase liga pada 28 Januari 2026 lalu. Dari putaran ini pula dapat terlihat krisisnya gol-gol dari pemain Italia.
Fase liga Liga Champions 2025/2026 telah memainkan 144 laga dengan total telah tercipta 487 gol. Dengan demikian, rata-rata golnya mencapai 3,48 gol per perttandingan. Rata-rata gol itu tersebut memang meningkat setelah musim lalu di angka 3,26 gol per laga.
Dalam laga ke-8 fase liga tersebut, ada pemain Italia yang mencetak gol yaitu Federico Dimarco. Sayap Inter Milan ini mencetak gol pembuka di menit ke-81 ke gawang Borussia Dortmund, yang memuat Inter Milan menang 2-0.
Federico Dimarco adalah pemain andalan di Timnas Italia saat ini dan dia menciptakan gol tersebut dengan tendangan bebas. Ini tentu menjadi pesan bagus bagi pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso.
Selain Federico Dimarco, di Liverpool ada Federico Chiesa yang mencetak gol untuk The Reds dalam kemenangan 6-0 atas Qarabaq. Federico Chiesa yang masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-74 juga menjadi kabar bagus tentunya untuk Gennaro Gattuso.
Namun demikian, itu tidak bisa menutupi fakta jika melihat gol-gol di Liga Champions musim ini dari sisi pemain asal Italia. Gennaro Gattuso akan menemukan daftar yang sangat sedikit.
Dari total 487 gol sepanjang fase liga Liga Champions 2025/2026, hanya ada delapan gol di antaranya diciptakan pemain asal Italia. Itu menjadi tren yang bukan hanya di musim ini terjadi melainkan di musim-musim sebelumnya.
Gennaro Gattuso tentu memiliki cukup pilihan untuk lini depan timnya termasuk Moise Kean dan Mateo Retegui yang tidak bermain di ajang Liga Champions. Hanya, memang jika melihat sukses Italia di masa banyaknya mesin gol, para bintang masa lalu itu mewarnai kariernya dengan trofi Liga Champions.
Generasi Emas Italia
Pada Piala Dunia 2006 ketika Italia juara Piala Dunia, Italia memiliki barisan lini depan yang menakutkan karena gol-gol mereka. Dalam skuad Italia ketika itu, ada Luca Toni, Alessandro Del Piero, Filippo Inzaghi, Francesco Totti, Alberto Gilardino, hingga Vincenzo Iaquinta.
Gennaro Gattuso sendiri ada di dalam skuad tersebut yang bermain sebagai gelandang bertahan di tim yang saat itu di bawah asuhan Marcello Lippi. Itu adalah fase ketika Gli Azzurri memiliki "generasi emas" khususnya untuk lini depan.
Di era saat ini, Italia memiliki setidaknya empat penyerang yang bisa menjadi harapan mereka jika lolos ke Piala Dunia 2026. Selain Federico Chiesa, Gennaro Gattuso punya Pio Esposito, penyerang Inter Milan yang musim ini total mengoleksi 5 gol dari 28 laga.
Pio Esposito mencetak satu gol untuk Inter Milan dalam kemenangan 4-0 atas Union Saint-Gilloise. Lalu ada Gianluca Scamacca, penyerang andalan Atalanta.
Gianluca Scamacca pencetak gol terbanyak Italia di ajang Liga Champions musim ini yang setidaknya telah mencapai dua gol. Gianluca Scamacca mengoleksi gol tersebut saat mengoyak gawang Chelsea dan Athletic Bilbao.
Giacomo Raspadori juga mencatatkan satu gol di ajang Liga Champions musim ini saat klubnya, Atletico Madrid kalah 1-5 dari Eintracht Frankfurt. Selanjutnya ada Federico Gatti yang mencetak untuk Juventus dalam laga imbang 2-2 lawan Villarreal.
Gennaro Gattuso juga telah menyaksikan performa pemain Napoli, Antonio Vergara yang termasuk wajah baru dalam sepak bola Italia. Gennaro Gattuso berada di tribune saat Napoli kalah 2-3 dari Chelsea pada 28 Januari 2026 lalu itu.
Dalam laga tersebut, Antonio Vergara mencetak gol yang bisa membuatnya semakin berpeluang masuk skuad Timnas Italia asuhan Gennaro Gattuso. Meski Napoli terlempar dari ajang ini namun itu menjadi momen bagus dalam karier bintang berusia 23 tahun ini.
Timnas Italia akan tampil dalam laga play-off kualifikasi pada 26 Maret 2026 nanti menghadapi Irlandia Utara. Jika menang, mereka akan tampil di final menghadapi pemenang dari duel Wales vs Bosnia dan Herzegovina. Namun, sebelum itu, saatnya Gennaro Gattuso memilih pemain depan yang tepat dalam situasi krisis mesin gol produktif ini.
Editor: Irfan Sudrajat
