
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyambut terbuka wacana keterlibatan provinsi penyangga dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Namun, ia menegaskan masih menunggu keputusan resmi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebelum mengeluarkan surat penetapan.
“Saya sangat terbuka, tetapi saya tunggu keputusan KONI-nya, baru saya mengeluarkan surat secara resmi mengenai tuan rumah NTT dan NTB dibantu provinsi mana,” ujar Erick, Sabtu, 21 Februari 2026.
Ia menjelaskan telah bertemu Ketua Umum KONI Marciano Norman dan Sekretaris Jenderal KONI Tubagus Ade Lukman Djajadikusuma untuk menyinkronkan persiapan PON 2028.
Dalam pembahasan itu mengemuka opsi NTT dan NTB tetap menjadi tuan rumah bersama, dengan dukungan provinsi lain sebagai supporting system.
Wacana tersebut muncul karena kondisi saat ini tidak memungkinkan pembangunan venue olahraga baru. Erick menyinggung hasil kerja sama dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang menunjukkan masih banyak fasilitas, termasuk sarana olahraga, yang belum optimal.
“Tidak ada venue baru. Jadi kita memang harus melihat efisiensi,” kata Erick.
Menurut Erick, pendekatan efisiensi juga menjadi tren di berbagai negara. Ia mencontohkan persiapan Olimpiade di Brisbane yang mengedepankan pemanfaatan fasilitas yang sudah ada agar tidak membebani keuangan di masa depan.
Oleh karena itu, opsi melibatkan provinsi yang memiliki fasilitas memadai dinilai realistis. Meski demikian, ia menegaskan payung hukum harus jelas agar tidak menimbulkan persoalan administrasi atau audit di kemudian hari.
“Suratnya memang belum saya keluarkan. Kalau mereka sudah memutuskan, baru saya keluarkan. Karena memang payung hukumnya harus ada,” tutur Erick.
Editor: Redaktur TVRINews
