TVRINews, Jakarta
Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir menyataka pihaknya sedang mengaudit keuangan federasi selama beberapa tahun belakangan.
Sebelumnya diungkapkan bahwa saat ini PSSI ditagih utang hampir Rp100 miliar. Bahkan, terdapat beberapa pihak yang mengancam, melakukan somasi dalam menagih hutang tersebut.
"Kami mengaudit secara investigasi dan trasparan supaya mengetahui pembukuan sebernarnya apa. Saya sudah meminta EY untuk audit, ini belum ketemu (sumber permasalahan) mereka pusing, karena bukunya tidak maksimal," kata Erick ketika ditemui wartawan termasuk tvrinews.com di Hotel Shalva, Jakarta, Jumat, 7 Juli 2023.
Baca juga: Tragedi Mematikan: Tiga Korban Meninggal Dunia Akibat Longsor di Lumajang
Menurutnya, pembukuan pembiayaan dari pemerintah untuk PSSI sudah rapi. Namun, pembukuan dari PSSI yang masih harus dirapikan kembali.
Dalam pembukuan tersebut dalam terlihat pemasukan dan pengeluaran uang yang dilakukan oleh PSSI selama ini.
"Kenapa sekarang liga (LIB) bisa punya dana cukup? Karena ada kesepakatan PSSI dan liga, kita juga tidak mau menggunakan keuangan liga sekadar hanya kebutuhan PSSI," ujar Erick.
Dalam kesepakatan tersebut, pendanaan setiap kegiatan PSSI maupun LIB harus tertata rapi. Supaya, bisa mulai menginvestasikan VAR, LED, hingha elite pro academy umur 16, 18, dan 20. ini salah satu kalo ditanya, pendanaannya dari situ.
Meski demikian, Erick tidak mau menyalahkan kepengurusan lama, serta menilai yang baru lebih baik. Ia hanya ingin menata keuangan tetapi agar tertata rapi.
"Saya tidak mau menuduh siapa-siapa dulu, karena sejak awal saya minta diaudit tetapi tagihan-tagihan sudah mulai terasa," ucap Erick.
"Kemarin ada tagihan Rp1,9 miliar untuk training camp disebuah negara, ya kita bayar, tapi kan sebenarnya pendanaan yang kemarin kita kumpulkan ini sebanarnya kan buat program saat ini," tutur Erick menambahkan.
Baca juga: Kepala BRI Unit Kayu Aro Ditetapkan Tersangka Kasus Penggelapan Uang Nasabah Rp.8,75 Miliar
Program terkini PSSI yang tentu memerlukan biaya adalah Piala AFF U-19 Wanita, Kualifikasi Piala Asia U-23, training center untuk persiapan Piala Dunia U-17 hingga memasuki turnamennya sendiri dan masih banyak lagi.
Saat ini, PSSI dibawah kepemimpinan Erick Thohir sedang mencari dana untuk melunasi utang tersebut secara perlahan. Namun, pada saat bersamaan, PSSI harus tetap mengucurkan dana untuk kegiatan sepakbola Tanah Air.










