
Area di sekitar Stadion Akron di Zapopan, Guadalajara, yang akan menjadi venue Piala Dunia 2026, ternyata menyimpan kisah di balik banyaknya orang hilang di Meksiko.
Penulis: Tri Cahyo Nugroho
TVRINews – Guadalajara, Meksiko
Penemuan setidaknya 500 kantong berisi sisa-sisa tubuh manusia dalam radius 10 mil dari Stadion Akron di Guadalajara menodai harapan terhadap Piala Dunia FIFA 2026.
Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko akan menjadi penyelenggara Piala Dunia 2026, turnamen sepak bola terbesar sejagat, pada 11 Juni sampai 19 Juli mendatang.
Tiga kota di Meksiko, yakni Mexico City, Guadalajara, dan Monterrey, akan sangat sibuk bersama 13 kota lainnya di AS (11 kota) dan Kanada (2).
Praktis, otoritas kota-kota penyelenggara Piala Dunia 2026 berbenah. Dalam beberapa bulan terakhir, usaha untuk mempersiapkan sarana dan prasarana lokasi penyelenggaraan kian diintensifkan.
Hal itu juga dilakukan otoritas kota Guadalajara yang berada di negara bagian Jalisco, Meksiko. Salah satu fokus perbaikan yang dilakukan adalah memperindah lingkungan di sekitar Estadio Akron (Stadion Akron) atau Estadio Guadalajara yang berada di Zapopan.
Pun begitu, ada kabar menyedihkan saat upaya memperindah kota metropolitan Guadalajara dan area Stadion Akron. Paling tidak selusin lebih makam di bawah tanah ditemukan di sejumlah properti dan lahan tak terurus dalam radius sekitar 16 km dari Stadion Akron, salah satu kompleks olahraga di Meksiko yang akan dipakai untuk menggelar empat pertandingan Piala Dunia 2026.
Penemuan pertama, yang kurang mendapat perhatian di media nasional, terungkap pada Februari tahun lalu. Ketika itu, para pekerja konstruksi yang membangun perumahan di Las Agujas (lokasi yang terletak sekitar 9 mil atau 14,5 km di utara stadion) menemukan kantong plastik berisi sisa-sisa tubuh manusia.
Dalam beberapa bulan terakhir, di empat kuburan yang ditemukan di dekat stadion saja, kelompok keluarga orang hilang telah menghitung setidaknya 500 kantong.
“Di Jalisco, orang hilang dibuat lenyap. Ini agar tidak diketahui; mereka ingin menghapus semua jejak orang yang hilang,” kata Jaime Aguilar, sukarelawan yang tergabung dalam Guerreros Buscadores de Jalisco (Jalisco Searching Warriors), seperti dikutip Elpais.
Menurut kelompok Pejuang Jalisco Mencari tersebut, setidaknya 22 kuburan rahasia telah ditemukan di sekitar stadion.
Di satu siang beberapa bulan lalu misalnya, beberapa anggota kelompok tersebut menunggu di pintu masuk properti Arroyo Hondo, yang terletak 10,5 mil atau kira-kira 17 km dari Stadion Akron. Personel dari Kantor Kejaksaan Agung dan Kantor Kejaksaan Umum, serta para ahli forensik, diperkirakan juga tiba.
Pada September lalu, Aguilar dan anggota kelompoknya menemukan kuburan rahasia ini di bawah bengkel mobil yang terbengkalai. Di bengkel itu, sisa-sisa kendaraan masih menonjol dari gundukan tanah dan puing-puing.
Yang pertama tiba adalah operator ekskavator. Selama sekitar empat jam tanpa henti, mesin tersebut menyingkirkan tanah, bebatuan besar, dan semak belukar.
“Kami akan memastikan mereka melakukan pekerjaan dengan benar. Seharusnya kami tidak perlu melakukan ini, tetapi kami segera menyadari, di awal pencarian lapangan ini, bahwa kami akan menemukan kuburan (rahasia), dan memberi tahu pihak berwenang,” kata Aguilar, yang mengenakan kaus yang bergambar wajah dan nama Wendy Sanchez.
Wanita berusia 33 tahun itu diketahui menghilang pada 9 Januari 2021, saat melakukan perjalanan dari San Francisco, Nayarit, ke Guadalajara, Jalisco.
Aguilar bukan kerabat langsung dari orang-orang yang hilang. Namun, ia "mengadopsi" kasus dan kisah Sánchez, untuk menghormatinya dan melanjutkan pencarian.
Pada pekan pertama Desember 2025 lalu, di Arroyo Hondo saja terdapat kuburan massal dan ditemukan tak kurang 47 kantong berisi sisa-sisa manusia. Namun, pekerjaan belum selesai.
Pemerintah negara bagian telah melaporkan bahwa, di Meksiko, Jalisco menempati peringkat keempat secara nasional dalam kasus orang hilang.
Menurut data dari Januari hingga November 2025. Terdapat 2.483 orang hilang di Jalisco. Angka itu hanya di kalah dari: Mexico/Estado de Mexico (5.526), Nuevo Leon (2.939), dan Mexico City (2.870).
Para pejabat Jalisco menegaskan bahwa mereka telah secara signifikan meningkatkan kemampuan untuk menemukan orang-orang yang dilaporkan hilang. Mereka mencatat, pada tahun 2025, tingkat penemuan orang hilang mencapai 61,38% atau yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.
Otoritas negara bagian baru-baru ini menyatakan bahwa bulan November lalu memiliki jumlah laporan orang hilang paling sedikit sejauh tahun 2025, dengan 205 kasus. Sebagai perbandingan, bulan Maret 2025 memiliki jumlah laporan tertinggi, dengan 319 kasus.
Mereka yang mencari orang hilang mencatat bahwa prosesnya akan memakan waktu lama karena pemerintah daerah dan negara bagian kekurangan mesin dan alat yang memadai untuk menangani banyaknya informasi anonim yang disaring oleh kelompok pencari, guna mengidentifikasi semua lokasi yang mungkin berisi jenazah yang terkubur.
Menurut Aguilar, ada sekitar 22 kelompok anggota keluarga yang mencari orang yang mereka cintai yang hilang di wilayah metropolitan Guadalajara saja.
Arroyo Hondo – sebuah lingkungan di kota Zapopan – hanyalah salah satu lokasi di pinggiran ibu kota negara bagian tempat kuburan rahasia ditemukan. Sebelumnya, antara Februari dan September 2025, ditemukan 270 kantong berisi jenazah manusia lainnya di Las Agujas, sebuah lahan seluas 54 hektar yang juga terletak di Zapopan.
Las Agujas adalah salah satu kuburan massal dengan jumlah jenazah terbanyak yang ditemukan di Jalisco dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, terdapat keraguan mengenai temuan tersebut, karena kelompok-kelompok tersebut tidak hadir selama tiga bulan pekerjaan yang dilakukan oleh pihak berwenang di lokasi tersebut. “Kami tidak yakin tentang jumlah tas yang mereka laporkan,” ujar Aguilar.
Penemuan Sejak 2024
Penemuan sisa-sisa tubuh manusia dalam karung tidak hanya terjadi tahun ini. Antara November 2024 dan Januari 2025, setidaknya 100 karung berisi sisa-sisa tubuh manusia ditemukan di kuburan rahasia di lingkungan Lomas del Refugio di Zapopan, sekitar 11 mil dari stadion.
“Masih banyak lagi, tetapi fokusnya adalah pada tiga kuburan terbaru yang ditemukan,” tutur Aguilar.
Selain karung dan kantong berisi sisa-sisa tubuh yang ditemukan di Las Agujas, El Refugio, dan Arroyo Hondo, 89 karung lainnya ditemukan di Nextipac, juga 11 mil atau hampir 18 km dari Stadion Akron, di mana lebih dari selusin jenazah telah diidentifikasi sebelumnya.
“Semua temuan ini menarik perhatian, karena dikaitkan dengan Piala Dunia. Jaraknya beberapa mil, tetapi ini terjadi di dekat stadion Piala Dunia! Tetapi, misalnya, tepat di depan Stadion Akron ada Hutan Primavera, tempat selama bertahun-tahun banyak kuburan massal ditemukan. Itu jauh lebih dekat daripada Las Agujas atau Arroyo Hondo,” demikian yang disampaikan oleh anggota kelompok Searching Warriors.
Hanya dengan menjumlahkan tas dan karung yang ditemukan oleh tim pencarian di empat lokasi — Las Agujas (270 kantong), Arroyo Hondo (47), Lomas del Refugio (setidaknya 100) dan Nextipac (89) — jumlahnya sudah melebihi 500. Ini belum termasuk temuan baru yang terus dicatat di beberapa lokasi lain.
Editor: Tri Cahyo Nugroho
