
(Sumber: BBC)
Penulis: Feriansyah Farrelda Satria
TVRINews, Romania
Kabar duka datang dari kancah sepak bola internasional. Pelatih legendaris asal Rumania, Mircea Lucescu, dilaporkan meninggal dunia pada usia 80 tahun hari ini.
Sosok yang dikenal sebagai salah satu juru taktik paling berpengaruh di Eropa Timur tersebut meninggalkan warisan prestasi yang luar biasa dalam sejarah sepak bola modern.
Selama masa baktinya sebagai pelatih, Lucescu dikenal sebagai sosok bertangan dingin yang mampu membawa klub-klub asuhannya meraih kejayaan, baik di level domestik maupun kontinental.
Prestasi di Panggung Eropa
Jejak emas Lucescu terekam jelas saat dirinya membawa Galatasaray merengkuh gelar UEFA Super Cup musim 2000/01. Tak berhenti di situ, ia juga menjadi aktor di balik kesuksesan Shakhtar Donetsk saat menjuarai UEFA Cup pada musim 2008/09, yang merupakan salah satu pencapaian tertinggi dalam sejarah klub asal Ukraina tersebut.

Mircea Lucescu tercatat sebagai pelatih yang sangat dominan, terutama di Liga Ukraina. Ia mengoleksi total 9 gelar juara Liga Ukraina, yang mayoritas diraih bersama Shakhtar Donetsk dan satu gelar bersama Dynamo Kyiv pada musim 2020/21. Selain itu, ia juga mengoleksi:
* 7 Gelar Ukrainian Cup.
* 8 Gelar Ukrainian Super Cup.
Di tanah kelahirannya, ia sukses membawa Rapid Bukarest (1998/99) dan FC Dinamo (1989/90) menjadi jawara Liga Rumania.
Kesuksesannya merambah hingga ke Turki dengan raihan gelar juara bersama Besiktas (2002/03) dan Galatasaray (2001/02), serta meraih Russian Cup bersama Zenit St Petersburg pada 2016/17.
Legasi Sang Maestro
Bahkan di awal kariernya, Lucescu sudah menunjukkan bakat kepemimpinan dengan membawa Brescia Calcio menjuarai kasta kedua Liga Italia pada 1991/92.
Kepergiannya merupakan kehilangan besar bagi dunia olahraga. Disiplin, kecerdasan taktik, dan kemampuan manajerialnya menjadikan Lucescu sebagai anutan bagi banyak pelatih muda di seluruh dunia.
Selamat jalan, Maestro Mircea Lucescu.
Editor: Redaksi TVRINews
