
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Timnas eBasketball Indonesia harus puas mengakhiri perjuangan di Kualifikasi eFIBA Season 4 Regional Asia sebagai runner up setelah kembali terbentur kekuatan Filipina di babak final. Hasil ini memicu evaluasi besar dari DPP PERBASI, yang menilai peningkatan performa timnas harus dibarengi dengan penguatan ekosistem dan fundamental komunitas NBA2K di tanah air agar mampu bersaing lebih kompetitif di level internasional.
Ketua eSports DPP PERBASI, Pasya Marta Putra, mengungkapkan bahwa hasil yang diraih belum memenuhi target yang ditetapkan meskipun tim telah melakukan persiapan yang jauh lebih intens dibandingkan periode sebelumnya.
“Hasil pertandingan di babak kualifikasi masih belum sesuai ekspektasi kami. Sebagai tim, kami merasa sudah melakukan usaha maksimal, mulai dari intensitas training yang kami tingkatkan 3 kali lipat di tahun ini, chemistry kuat yang kami bangun bersama-sama, serta latihan olah emosi dan mental. Tapi sepertinya effort tersebut masih belum cukup merobohkan tembok kokoh Filipina yang selalu menjadi jawara asia di EFIBA,” terang Pasya dalam keterangannya, Rabu 25 Februari 2026.
Ia menambahkan bahwa seluruh skuad telah berupaya keras sejak awal kompetisi. Namun, dominasi Filipina di kancah Asia masih menjadi tantangan besar yang belum berhasil dipatahkan.
“Kami merasa, usaha yang timnas lakukan sudah lebih dari cukup. Namun, usaha yang kami bangun dengan disiplin dan jerih payah dari awal mula pertandingan sampai akhir, harus runtuh lagi karena Filipina,” lanjutnya.
Pasya juga menyoroti aspek di luar teknis permainan. Menurutnya, kegagalan ini menjadi sinyal bahwa penguatan tidak hanya diperlukan dari sisi mekanik pemain, tetapi juga pada ekosistem industri dan dukungan komunitas NBA2K secara keseluruhan di tanah air.
“Kami merasa permasalahannya bukan hanya dari skill dan mekanik saja, tapi dari ekosistem industri dan fundamental komunitas NBA2k yang kami rasa masih sangat kurang dioptimalkan untuk memperkuat kapabilitas timnas baik sebelum atau saat pertandingan. Baik itu kontribusi sebagai pemain lapangan, atau diluar lapangan (coach staff, atau analis pertandingan),” jelasnya.
Meski demikian, Pasya mengapresiasi dedikasi putra-putra terbaik bangsa yang mengisi skuad timnas. Ia menyebut para pemain memiliki kapasitas luar biasa dan telah melalui proses diskusi serta latihan yang tidak terhitung jumlahnya.
“Mereka mempunyai skill dan kapasitas yang luar biasa dalam bertanding di permainan. Mulai dari latihan dan grup discussion yang sudah tidak bisa terhitung jumlah dan intensitasnya,” kata Pasya.
Menatap masa depan, PERBASI berkomitmen untuk tidak berhenti berjuang. Langkah konkret akan segera diambil dengan merangkul komunitas NBA2K Indonesia guna membangun fundamental yang lebih kuat untuk kompetisi tahun depan.
“Kami harus meningkatkan sisi kedisiplinan, usah, dan mental. Untuk mempersiapkan pertandingan tahun depan, kami berencana untuk mendampingi dan akomodir komunitas NBA2K Indonesia. Menyusun dan mengembangkan ekosistem, agar minat dan semangat para player kembali membara,” jelas Pasya.
Inisiasi ini akan dimulai dari anggota timnas yang juga aktif di komunitas, melalui langkah-langkah kecil seperti latihan tanding (scrim) daring hingga pembentukan liga.
“Agenda ini akan diinisiasi oleh setiap anggota timnas yang dimana juga anggota komunitas. Dimulai dari langkah-langkah kecil seperti scrim online sampai liga,” lanjutnya.
Pada Kualifikasi eFIBA Season 4 Regional Asia yang berlangsung medio Februari, Indonesia tampil dominan di awal dengan mengandaskan Malaysia 308-80 dan menumbangkan Mongolia. Namun, langkah Indonesia terhenti di final upper bracket setelah takluk dari Filipina dengan skor 122-177.
Editor: Redaksi TVRINews
