
Pilar pertahanan Haiti, Ricardo Ade (kanan Depan) (Foto: FIFA)
Penulis: Fityan
TVRINews-Port-Au-Prince,Haiti
Bek Ricardo Ade Sebut Duel Melawan Brasil Sebagai Perwujudan Mimpi Bangsa
Perjuangan panjang Haiti untuk kembali ke panggung sepak bola tertinggi dunia akhirnya membuahkan hasil.
Setelah absen selama lebih dari setengah abad, negara kepulauan di Karibia ini dipastikan akan berlaga di FIFA World Cup 2026™.
Keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian olahraga, melainkan simbol ketangguhan sebuah bangsa yang akrab dengan tantangan.
Haiti mengamankan tiket putaran final pada 18 November lalu, sebuah tanggal yang bertepatan dengan Hari Kemenangan nasional mereka.
Pencapaian ini menjadi emosional mengingat seluruh rangkaian laga kualifikasi harus dijalani di luar negeri, tepatnya di Curaçao, akibat situasi keamanan di tanah air mereka.
Pilar pertahanan Haiti, Ricardo Ade, mengungkapkan bahwa semangat juang adalah identitas yang melekat pada setiap warga negaranya.
Menurutnya, keberhasilan menembus Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1974 adalah bukti dari kerja keras yang tidak kenal lelah.
"Menjadi orang Haiti berarti memahami bahwa hidup adalah sebuah perjuangan. Segalanya tidak pernah mudah bagi kami, namun kami terus melawan dengan harapan akan adanya perubahan," ujar Ade dalam wawancara eksklusif kepada FIFA.
Menantang Raksasa di Grup C
Timnas Haiti saat Menghadapi Timnas Brasil Tahun 2004 (Foto: FIFA)
Berdasarkan hasil undian, tim berjuluk Les Grenadiers ini tergabung dalam Grup C yang kompetitif. Mereka dijadwalkan akan menghadapi tim bertabur bintang Brasil, serta dua kekuatan lainnya, Skotlandia dan Maroko.
Bagi Ade, pertemuan dengan Brasil membawa memori mendalam. Ia masih berusia 14 tahun saat tim nasional Brasil melakukan kunjungan bersejarah ke Port-au-Prince pada 2004 dalam misi perdamaian. Kini, ia berpeluang menghadapi "Selecao" di turnamen resmi.
"Menghadapi Brasil adalah sesuatu yang luar biasa, sulit diungkapkan dengan kata-kata. Dahulu saya hanya menyaksikan bintang-bintang mereka melalui layar televisi, dan sekarang saya memiliki kesempatan untuk berada di lapangan yang sama," tambah bek yang kini merumput bersama LDU Quito di Ekuador tersebut.
Misi Membawa Kebahagiaan
Meski menyadari status Haiti sebagai tim non-unggulan, Ade menegaskan bahwa timnya tidak akan gentar. Ia melihat partisipasi di Piala Dunia sebagai tanggung jawab besar untuk memberikan senyuman bagi rakyat Haiti yang telah lama menderita akibat berbagai krisis.
"Sepak bola adalah satu-satunya hal yang mampu memberikan kebahagiaan bagi mereka yang telah banyak berkorban.
Saat lagu kebangsaan berkumandang di stadion nanti, itu bukan hanya untuk sebelas pemain, melainkan untuk seluruh bangsa," tegasnya.
Haiti akan memulai kampanye mereka di Piala Dunia 2026 pada 13 Juni mendatang melawan Skotlandia di Boston Stadium.
Bagi Ade dan rekan-rekannya, setiap menit di lapangan adalah representasi dari kekuatan, persatuan, dan martabat bangsa yang menolak untuk menyerah pada keadaan.
Baca juga: Menolak Mundur, Walid Regragui Tetap Dampingi Maroko di Piala Dunia 2026
Editor: Redaktur TVRINews

Timnas Haiti saat Menghadapi Timnas Brasil Tahun 2004 (Foto: FIFA)