
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Sekretaris Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) Wahyu Pristiawan Buntoro memastikan penonaktifan sementara pelatih kepala Hendra Basir telah sesuai dengan Surat Keputusan (SK) organisasi.
Keputusan itu diambil menyusul laporan dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap sejumlah atlet.
“Jadi sesuai SK organisasi, Hendra Basir diberhentikan sementara sampai ada keputusan dari Tim Pencari Fakta (TPF) yang telah dibentuk,” ujar Wahyu, Selasa, 24 Februari 2026.
Wahyu menjelaskan TPF yang dibentuk FPTI terus berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) terkait penanganan kasus tersebut.
Namun, ia belum dapat memastikan apakah proses hukum telah berjalan di kepolisian. Menurutnya, kasus ini sensitif karena korban merupakan atlet.
“Untuk proses hukum di pihak berwenang, saya belum bisa berkomentar apakah sudah ada atau belum, karena ini juga kasus yang sensitif bagi korban,” kata Wahyu.
Ia menambahkan perkara tersebut kini ditangani pihak-pihak yang berkompeten agar proses pemeriksaan berjalan objektif dan memberikan perlindungan maksimal kepada para atlet.
Berdasarkan isi SK FPTI, sebanyak delapan atlet melaporkan dugaan perlakuan tidak menyenangkan kepada Ketua Umum FPTI Yenny Wahid.
Laporan tersebut mencakup dugaan pelecehan seksual hingga kekerasan fisik yang disebut terjadi pada 28 Januari 2026.
Sebagai respons, FPTI menonaktifkan sementara Hendra Basir dari jabatan pelatih kepala. Langkah itu disebut sebagai upaya menjaga objektivitas pemeriksaan sekaligus memastikan perlindungan terhadap atlet.
Di tengah proses pemeriksaan, FPTI memastikan persiapan menuju Kualifikasi Asian Games 2026 tetap berjalan.
“Nanti tanggal 3 Maret, para atlet pelatnas sudah berada di bawah tim kepelatihan yang baru dan mulai berlatih untuk menghadapi Kualifikasi Asian Games 2026,” ucap Wahyu.
Ia menegaskan pihaknya berupaya keras agar persoalan ini tidak mengganggu fokus tim dalam menatap agenda besar ke depan.
“Kami berusaha keras agar masalah ini tidak berdampak kepada tim atau para atlet,” tutur Wahyu.
FPTI menegaskan komitmennya untuk mengedepankan perlindungan atlet serta memastikan setiap proses berjalan transparan dan sesuai aturan yang berlaku.
Editor: Redaktur TVRINews
