
Dibandingkan dengan The Minions, Raymond/Joaquin Pilih Tetap Rendah Hati
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Pasangan muda Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menjadi sorotan setelah menorehkan kejutan besar di Australian Open 2025.
Mereka menembus final Super 500 pertama dalam kariernya, lalu merebut gelar usai menaklukkan senior mereka, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.
Performa cepat dan atraktif di Sydney membuat banyak penggemar mulai menyamakan gaya main mereka dengan duo legenda Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang dikenal dengan julukan The Minions.
Raymond maupun Joaquin mengaku tersanjung, tapi tetap ingin menjaga kaki tetap menapak.
“Kalau positifnya pasti senang lah disamain sama mereka. Mereka performanya sangat baik dan kariernya juga luar biasa,” kata Joaquin ketika wartawan termasuk tvrinews.com di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu, 26 November 2025.
“Cuma kalau bisa jangan terlalu disamahin dulu. Kita baru naik. Kalau ekspektasinya tidak sesuai, pressure-nya ke kita. Mending fokus aja ke diri sendiri,” ujar Joaquin menambahkan.
Raymond memberikan respons serupa. Ia mengaku bangga karena telah disamakan oleh sang legenda yang menjadi nomor satu dunia terlama dari sektor ganda putra.
“Pastinya senang lah disandingin sama mereka. Itu udah legenda ganda putra Indonesia,” kata Raymond.
Kemenangan di Australia sendiri sudah berada jauh di atas ekspektasi awal. Mereka datang sebagai debutan Super 500 dan hanya diminta pelatih menembus babak kedua.
Salah satu yang menarik perhatian publik adalah keberhasilan mereka menumbangkan tiga ganda putra Malaysia sebelum mencapai final. Meski begitu, mereka mengaku tidak punya motivasi khusus selain menjalankan pola permainan yang disiapkan pelatih.
Saat memasuki final menghadapi ganda yang mereka kagumi, keduanya sepakat bermain lepas.
“Kita bilang, udah enjoy aja. Kalau kalah ya sudah, kita kan lawannya senior. Dengan itu malah mainnya keluar,” tutur Joaquin.
Meski sering latihan bareng, mereka merasakan perbedaan besar ketika bertemu Fajar/Rian di pertandingan resmi.
“Lebih susah kalau di pertandingan. Mereka punya ratusan pengalaman. Jadi mereka tahu gimana ngadepin kita,” ucap Raymond.
Performa mereka bahkan menarik perhatian komentator dunia, Gillian Clark atau Oma Gill, yang mengaku melihat “kilasan pertama kali” saat menyaksikan Kevin dan Hendra Setiawan. Keduanya girang tapi tetap berhati-hati.
“Saya seneng banget bisa di-notice. Tapi beliau juga bilang ekspektasi tolong dijaga. Jadi ya fokus ke kita aja,” ujar Joaquin.
Awal tahun, keduanya memasang target masuk 50 besar dunia. Kini target itu sudah terlewati.
“Senang tapi nggak mau puas. Pengen lebih lagi ke depan,” kata Raymond.
Mereka kini masih berlatih di Pelatnas Pratama, tetapi sudah dijadwalkan mulai gabung program utama beberapa minggu lagi untuk persiapan musim 2026.
Dalam hal idola, keduanya punya preferensi berbeda. Joaquin menyebut Hendra Setiawan sebagai panutan.
Menariknya, Joaquin sudah lebih dulu “diperhatikan” Fajar sejak 2022. Saat diwawancara saat itu, ia menyebut Fajar sebagai idolanya.
“Terus dia nonton Youtube-nya dan kirim ke saya. ‘Wih siapa nih?’ gitu. Saya bangga banget. Jadi waktu lawan dia kemarin saya pikir, kapan lagi bisa ngelawan idola sendiri,” kata Joaquin.
Editor: Redaktur TVRINews
