TVRINews, Jakarta
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan sepak bola harus menjadi alat pemersatu bangsa, bukan justru memicu perpecahan.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan sepak bola nasional menjadikan kompetisi sebagai ruang untuk menghargai perbedaan dan mempererat persatuan.
Pernyataan tersebut disampaikan Erick dalam Club Owners Meeting Super League 2026/27 yang digelar I.League di Jakarta.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi peningkatan profesionalisme kompetisi serta keberhasilan tim nasional menjuarai FIFA ASEAN Cup.
"Sepak bola harus menjadi ruang untuk menghargai perbedaan dan mempererat persatuan, bukan justru menjadi pemicu perpecahan," ujar Erick, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Menurutnya, semangat persatuan perlu menjadi perhatian seluruh pihak yang terlibat dalam sepak bola Indonesia, mulai dari federasi, operator kompetisi, klub, hingga suporter. Kompetisi tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga harus mampu memperkuat hubungan antarmasyarakat.
Pertemuan tersebut mempertemukan pemerintah, kepolisian, PSSI, dan para pemilik klub untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan, keamanan, dan kualitas kompetisi sepak bola nasional.
Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan turut hadir, di antaranya Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Direktur Utama I.League Ferry Paulus, serta para pemilik klub Super League.
Melalui Club Owners Meeting tersebut, I.League dan klub menegaskan komitmen untuk menjalankan seluruh ketentuan yang berlaku, meningkatkan langkah pencegahan, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah, kepolisian, dan PSSI.
Komitmen bersama itu diharapkan dapat menjaga Super League 2026/27 tetap berjalan aman, tertib, dan profesional, sekaligus menjadikan sepak bola sebagai sarana memperkuat persatuan masyarakat Indonesia.









