TVRINews, Tangerang
Pelatih Garudayaksa FC Women Yopie Riwoe mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi timnya setelah menelan kekalahan telak 0-5 dari Dewa United FC Women pada pekan keempat Indonesia Women's League (IWL) 2026/27.
Yopie menilai masalah mental dan konsentrasi pemain menjadi salah satu faktor yang membuat Garudayaksa kesulitan menghadapi tekanan Dewa United, terutama setelah kebobolan lebih dulu melalui titik penalti.
Dalam pertandingan di Indomilk Arena, Tangerang, Sabtu, 7 November 2026, Garudayaksa tertinggal 0-1 pada babak pertama setelah Anna Hirakawa mengeksekusi penalti pada menit ke-31.
Memasuki babak kedua, situasi semakin sulit bagi Garudayaksa. Dewa United berhasil mencetak empat gol tambahan melalui Siti Nurhamilatus Saidah pada menit ke-47, Estella Loupattij (51'), Anna Hirakawa (68'), dan Baiq Amiatun (85').
Yopie mengakui timnya belum tampil maksimal. Ia juga menyinggung situasi penalti yang menurutnya terjadi ketika kondisi pertandingan sedang tidak menguntungkan bagi Garudayaksa.
"Saya tidak mau menilai wasit, tapi mungkin teman-teman juga bisa lihat kondisi antara penalti dan posisi berdiri wasit juga sangat jauh," kata Yopie kepada wartawan termasuk tvrinews.com, seusai pertandingan, Sabtu, 7 November 2026.
Ia menambahkan kebobolan pada babak pertama turut memengaruhi konsentrasi pemain ketika memasuki paruh kedua pertandingan.
"Masuk babak kedua, anak-anak kurang fokus sehingga gol-gol yang terjadi juga cukup cepat," ujar Yopie.
Yopie juga mengungkapkan adanya perubahan strategi pada babak kedua. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kedalaman skuad dan kemampuan pemain untuk menghadapi lini tengah Dewa United. Namun, perubahan itu justru membuat sejumlah pemain kesulitan beradaptasi. Garudayaksa akhirnya kehilangan keseimbangan, terutama di sektor sayap.
"Strategi itu sedikit membuat anak-anak menjadi bingung. Itu sudah kedua kali kita tampil dan menjadi evaluasi. Dalam kondisi anak-anak tertekan karena pada babak pertama golnya begitu cepat, ada sedikit perubahan strategi yang akhirnya membuat mereka kehilangan keseimbangan di bagian sayap," tutur Yopie.
Selain persoalan strategi, Yopie menegaskan bahwa pembenahan mental menjadi prioritas Garudayaksa setelah kekalahan tersebut. Menurutnya, para pemain harus mampu bangkit ketika berada dalam situasi tertinggal. Ia mengingatkan bahwa kekalahan merupakan bagian dari pertandingan dan tidak boleh membuat pemain kehilangan fokus.
"Pelajaran pertama adalah bagaimana memperbaiki lagi mental anak-anak dan kepercayaan mereka bahwa sebenarnya mereka bisa," kata Yopie.
Ia menyebut para pemain perlu belajar menghadapi kegagalan pertama dalam pertandingan. Sebab, pada dua laga awal, Garudayaksa belum pernah berada dalam situasi tertinggal lebih dulu. Yopie berharap para pemain dapat segera melupakan hasil buruk tersebut dan kembali fokus menghadapi pertandingan berikutnya.
"Setiap bertanding saya sering sampaikan kepada pemain, hari ini kita lupakan. Mau menang atau kalah, kita lupakan. Istirahat yang cukup, kita fokus lagi untuk pertandingan berikutnya," tutur Yopie.
Kekalahan dari Dewa United menjadi pekerjaan besar bagi Yopie dan jajaran pelatih untuk mengembalikan kepercayaan diri skuad Garudayaksa. Sementara, kemenangan 5-0 membuat Dewa United FC Women mempertahankan rekor sempurna di IWL 2026/27.
Mereka telah mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan, sedangkan Garudayaksa masih tertahan dengan dua poin dan belum meraih kemenangan.










