TVRINews – London, Inggris
Drama Bursa Transfer: Chelsea dan Monaco Terbakar Akibat Gagal Paham di Detik Akhir
Bursa transfer musim panas penutup malam hari Rabu 2 September 2026 menyisakan ketegangan tajam setelah perseteruan antara Chelsea dan AS Monaco meledak ke permukaan.
Kegagalan kepindahan di ujung waktu penutupan buirsa transpfer musim panas tersebut melibatkan nama-nama besar seperti Folarin Balogun, Everton, Monaco, Lamine Camara, dan Chelsea, yang pada akhirnya membuat seluruh pihak yang terlibat mengalami kerugian.

(Squad Baru Chelsea dengan pemain baru (warna hijau) (Foto: BBC Sport) )
Lamine Camara, gelandang internasional Senegal berusia 22 tahun, sebelumnya menjadi target utama Chelsea saat mereka bersiap mengantisipasi penjualan Enzo Fernandez senilai £125 juta (Rp2,6 triliun) ke Manchester City. Namun, pihak Monaco bersikeras bahwa pemain tersebut tidak akan dilepas dengan harga yang ditawarkan oleh Chelsea.
"Saya telah berbicara dengan mereka selama 10 hari terakhir," ujar Direktur Olahraga Monaco, Thiago Scuro dikutip BBC Sport.
"Sekitar pukul 16.00 BST [waktu musim panas Inggris] kemarin, kami mendapat kontak dari Chelsea. Jawabannya tetap sama: tidak."
Sebagai gantinya, klub Ligue 1 tersebut sempat mengizinkan penyerang internasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, 25 tahun, terbang ke Merseyside untuk merampungkan kepindahan senilai £40 juta ( Rp836 miliar) ke Everton. Menurut keterangan Monaco, Camara sendiri telah sepakat untuk bertahan di klub.
Dengan sisa waktu bursa transfer tinggal tiga jam, Chelsea awalnya merasa cukup puas dengan opsi lini tengah mereka meski harus melepas Fernandez setelah sebelumnya gagal dalam upaya mendekati Camara dan gelandang AS Roma, Manu Kone. Kendati demikian, kendala yang muncul pada tes medis Balogun di Everton justru menghadirkan celah bagi Chelsea.
"Tentu saja, Chelsea melihat adanya peluang," lanjut Scuro.
"'Monaco butuh uang, Balogun sedang kesulitan di sana, mari kita coba.' Chelsea menelepon kami dan berkata: 'Mungkin kami bisa menjadi solusinya.' Pada saat itu, kami harus membuka pintu untuk berdiskusi."
Negosiasi kembali berjalan dengan Monaco pada pukul 20.00 BST, dan kesepakatan harga senilai £47 juta ( Rp982 miliar) berhasil dicapai tidak lama kemudian. Di sisi lain, Everton gagal menemukan alternatif pengganti Balogun dan mendadak menghidupkan kembali proses transfer tersebut beberapa menit menjelang tenggat waktu.
Chelsea sejatinya telah merampungkan seluruh dokumen administrasi yang diperlukan untuk transfer Camara dan tidak perlu mengajukan lembar kesepakatan (deal sheet)—yakni permohonan waktu tambahan kepada Liga Primer untuk menyelesaikan transfer setelah tenggat waktu.
Namun, keputusan mendadak diambil. Monaco mengakui bahwa Camara merasa kecewa setelah sempat berbicara dengan manajer Xabi Alonso, lolos tes medis, dan menandatangani kontrak jangka panjang hingga 2033.
"Apa yang terjadi adalah sekitar pukul 22.00 BST waktu kami, atau mungkin sedikit lebih awal, Everton menyadari tidak ada masalah lagi dan memutuskan mereka siap menandatangani kontrak [untuk Balogun]," ujar Scuro kepada para wartawan pada Rabu 2 September 2026 waktu setempat.
"Begitu kami menerima informasi tersebut, kami kembali ke Chelsea dan menyatakan bahwa kesepakatan batal. Karena itu juga adil. Itu adalah bagian dari permainan."
Pihak Chelsea dikabarkan murka karena menilai Monaco menyampaikan pembatalan kesepakatan tersebut secara tertulis, alih-alih berkomunikasi langsung melalui sambungan telepon.
Monaco merasa bahwa dengan menandatangani deal sheet lima menit sebelum batas waktu 23.00 BST guna memberikan waktu tambahan bagi Everton menyelesaikan transfer Balogun mereka telah mengamankan penjualan yang dibutuhkan untuk mematuhi regulasi finansial UEFA.
Klub asal Prancis tersebut memang berada di bawah tekanan untuk meraup 150 juta euro (sekitar Rp2,5 triliun) dari penjualan pemain pada musim panas ini, di mana mereka sebelumnya telah mengumpulkan 106 juta euro (Rp1,78 triliun) dari pelepasan pemain.
Namun, kejutan lain masih tersimpan. Pada dini hari Selasa, mantan penyerang Arsenal tersebut mendadak berubah pikiran dan memilih meninggalkan tempat latihan Everton di Finch Farm tanpa meneken kontrak.
Scuro mengklaim bahwa Balogun merasa diperlakukan kurang baik selama berada di fasilitas latihan Everton, sebuah tuduhan yang langsung dibantah oleh klub Liga Primer tersebut.
"Kami harus menghormati keputusannya," tambah Scuro.
"Kami mencari solusi, menantang hasil penilaian medis, dan bekerja mengatasi berbagai masalah tersebut. Saya tidak ingin menciptakan perang dengan Chelsea atau Everton.
Peran saya adalah melindungi Monaco dan bertindak demi kepentingan terbaik klub. Itulah yang telah saya lakukan sejak saya tiba. Ini bukan soal disukai orang di luar klub. Ini soal melakukan apa yang dibutuhkan Monaco."
Scuro menyebutkan bahwa Monaco kemungkinan akan mempertimbangkan untuk menjual pemain lain ke negara-negara yang bursa transfernya masih dibuka demi memperoleh dana segar yang mereka butuhkan.
Pimpinan Monaco tersebut juga menyatakan keterbukaannya untuk menyambut kembali kedua pemain tersebut. Camara bahkan telah kembali berlatih dan diproyeksikan tampil dalam laga tandang menghadapi Paris Saint-Germain pada Jumat 4 September 2026 malam.
"Saya sangat memahami situasi ini karena seorang pemain bisa merasa antusias dengan obrolan bersama pelatih dan segala hal yang ditawarkan klub seperti Chelsea," lanjut Scuro.
"Ini bukanlah akhir dunia. Ini hanya satu peluang. Untuk pemain dengan tingkat talenta seperti dia, saya sangat yakin ia akan segera mendapatkan opsi dan tawaran yang bahkan lebih baik daripada yang ia miliki kemarin."
Berdasarkan keterangan sumber yang dekat dengan Camara, Liverpool juga masih memantau situasi dan menaruh minat jangka panjang untuk merekrutnya di masa depan.
Sebelumnya, Chelsea telah mempertimbangkan Camara sebagai opsi pengganti Fernandez selama 10 hari terakhir penutupan bursa transfer. Tentu saja, pihak klub London tersebut sebenarnya bisa memaksakan kesepakatan terwujud lebih awal, namun hal itu berisiko membuat mereka harus membayar dengan harga yang terlalu tinggi. Seperti yang dijelaskan oleh narasumber sebelumnya, Monaco menganggap Camara tidak untuk dijual sepanjang sebagian besar jendela transferkecuali dalam beberapa jam pada Selasa malam kecuali untuk tawaran yang "luar biasa".
Chelsea merasa dikejutkan oleh kolapsnya kesepakatan ini, dan praktis tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan untuk menyelamatkannya atau merekrut pemain alternatif sebelum batas waktu berakhir. Kendati demikian, mereka sebenarnya memiliki opsi untuk membatalkan kepindahan Fernandez ke Manchester City, tetapi memilih untuk tidak melakukannya atas dasar "profesionalisme".
Chelsea sangat berkeinginan mendatangkan gelandang baru sebagai pengganti Fernandez, namun tidak ada unsur kepanikan karena klub hanya ingin melakukannya dengan syarat dan ketentuan mereka sendiri.
Manajer Xabi Alonso melihat kapten tim Reece James sebagai opsi utama di lini tengah, bersanding dengan Moises Caicedo, Romeo Lavia, serta rekrutan anyar Jordan Henderson dan Valentin Barco dalam skuad berisi 27 pemain miliknya.
Kendati demikian, badai cedera yang menimpa Caicedo dan Henderson, ditambah beban kerja fisik James yang tinggi, memaksa bek sayap Malo Gusto dimainkan di lini tengah saat meraih kemenangan 4-3 atas Brighton. Dalam laga tersebut, Chelsea hanya mencatatkan penguasaan bola sebesar 25,6 persen, rekor terendah mereka sejak pencatatan data dimulai pada musim 2003–2004.
Alonso sebenarnya bisa saja menurunkan Valentin Barco, 21 tahun, yang masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua. Akan tetapi, klub memilih untuk mengelola pemain didikan Strasbourg tersebut secara hati-hati, mengingat ia baru saja kembali ke Liga Primer usai periode singkat yang kurang mulus di Brighton.
Perdebatan mengenai apakah Chelsea memiliki kedalaman dan kualitas yang memadai di lini tengah masih terus bergulir. Klub tetap membuka opsi untuk kembali memburu Camara atau gelandang alternatif pada bursa transfer Januari mendatang.
Selain itu, mereka juga berpeluang memperkuat sektor lain setelah merasa puas karena berhasil membukukan keuntungan bersih (net profit) di bursa transfer sekaligus meningkatkan kualitas skuad.









