TVRINews – Austin
Peluang McLaren di GP AS Terhambat Masalah Kendali Kendaraan Meski Menunjukkan Ritme Kecepatan Positif
Pembalap McLaren, Lando Norris, mengeluhkan kendala penanganan (handling) pada jet daratnya sebagai pemicu hasil kurang maksimal yang diraih tim pada sesi latihan bebas Grand Prix Amerika Serikat di Austin.
Kendati menunjukkan potensi kecepatan yang cukup menjanjikan, masalah performa tersebut membuat McLaren harus bekerja ekstra keras untuk menjaga konsistensi di lintasan.
Persaingan papan atas menjelang putaran di Austin memperlihatkan peta kekuatan yang kian ketat di antara tim papan atas. Kendati demikian, McLaren masih tertahan di posisi keempat pada akhir sesi latihan bebas kedua (FP2). Selisih waktu antara tiga tim teratas terbilang amat tipis, di mana Charles Leclerc dari Ferrari memimpin tipis atas Kimi Antonelli dan Max Verstappen dengan jarak hanya 0,189 detik.
Sebaliknya, jarak antara pimpinan sesi dengan Norris di posisi ketujuh melebar hingga 1,082 detik, disusul rekan setimnya, Oscar Piastri, di urutan kedelapan. Posisi kedua pembalap yang berada di belakang Liam Lawson dari Racing Bulls menjadi indikasi awal bahwa sesi latihan tersebut tidak berjalan sesuai rencana bagi skuad yang berbasis di Woking tersebut.
Meski demikian, catatan waktu utama tidak sepenuhnya mencerminkan potensi riil dari jet darat MCL40. Karakteristik mobil yang tergolong sulit dikendalikan secara konsisten menjadi faktor utama para pembalap gagal membukukan putaran yang representatif.
"Sangat sulit. Saya pikir kecepatan kami sebenarnya tidak buruk, tetapi kami terlihat sedikit tertinggal dibandingkan Red Bull, Ferrari, dan mungkin juga Mercedes," ujar Norris usai sesi latihan bebas Jumat 23 Oktober 2026.
Norris menambahkan bahwa kendala stabilitas kendaraan telah menjadi persoalan mendasar yang sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, dibutuhkan upaya ekstra untuk dapat melajukan mobil secara maksimal tanpa melakukan kesalahan di lintasan.
"Mobil ini sangat sulit dikemudikan untuk bisa mendapatkan perasaan yang nyaman secara konsisten. Kecepatannya ada, tetapi sangat sulit untuk mencapainya," tutur pembalap asal Inggris tersebut.
Meskipun menghadapi dinamika pada hari pertama, Norris tetap optimistis bahwa penyesuaian setelan (set-up) yang dilakukan tim dapat memperbaiki responsivitas mobil jelang sesi kualifikasi dan balapan utama.
"Kami hanya perlu melakukan beberapa penyesuaian kecil pada kendaraan. Ini situasi yang rumit, namun perubahan pada beberapa aspek kecil dapat membantu. Kecepatan dasar kami sudah berada di jalur yang benar, jadi kami tetap optimistis," kata Norris penutup.
Pandangan lebih positif disampaikan oleh Chief Technical Officer McLaren, Rob Marshall. Ia meyakini timnya masih memiliki peluang besar untuk bersaing di barisan depan pada sesi selanjutnya.
"Saya rasa kami masih berada dalam peta persaingan. Kami sempat mencatatkan waktu sektor terbaik (purple flag) di FP2 sebelum terjadi sedikit kesalahan teknis di akhir putaran. Secara umum, kami harus menatap sesi berikutnya dengan rasa percaya diri," jelas Marshall.
Di sisi lain, paket pembaruan skala kecil yang diterapkan McLaren pada bagian diffuser serta komponen aerodinamika di sekitar roda dilaporkan berfungsi sesuai ekspektasi data teknis.
"Kami sangat puas dengan kinerja komponen baru ini. Walau peningkatannya tergolong mendetail, dampak positifnya terlihat jelas pada efisiensi aerodinamika kendaraan dan tercermin langsung pada catatan waktu kami," pungkas Marshall.










