
New York, tak sabar menyambut keramaian di Piala Dunia 2026.
TVRINews - New York, AS
New York/New Jersey bersiap ambil keuntungan dari jatah delapan pertandingan Piala Dunia 2026, termasuk partai terpenting.
New Jersey merupakan salah satu penyelenggara Piala Dunia 2026 yang bisa dikatakan salah satu yang utama. Metlife Stadium yang berada di wilayah negara bagian New Jersey dan New York akan menggelar delapan pertandingan.
Delapan duel yang bakal dihelat di Metlife Stadium ini terdiri dari lima partai fase grup dan tiga partai fase gugur. Para fan tim-tim mapan seperti Brasil, Prancis, Jerman, dan Inggris akan mencoba menyaksikan tim kesayangan mereka di stadion berkapasitas 82.500 penonton itu di babak penyisihan grup.
Selama sekitar 40 hari, jutaan orang diperkirakan akan mendatangi New York/New Jersey. FIFA Fan Festival di Liberty State Park diperkirakan bakal disambangi 30 hingga 50 ribu orang per hari saat putaran final nanti.
Momentum tuan rumah delapan laga tak ayal mendapat respons dari masyarakat negara bagian New York/New Jersey ini, terutama komunitas bisnis lokal. Pemimpin dan para pemangku kepentingan berupaya memetik pemasukan dari predikat tuan rumah tersebut.
"Dunia mendatangi New York/New Jersey dalam porsi besar. Menyambut tim-tim luar biasa dan menyelenggarakan final merupakan kehormatan sekaligus kesempatan bagi seluruh wilayah kami. Kami ingin segera membawa rencana kami ke fase selanjutnya sehingga kami dapat menunjukkan komunitas, budaya, dan semangat tiada dua kepada jutaan orang dari seluruh dunia," ucap Alex Lasry, CEO Komite Tuan Rumah New York/New Jersey dikutip dari situs Njbiz.
Dampak Ekonomi
Pengaruh ekonomi tentu menjadi sasaran. Amerika Serikat disebut akan didatangi 6 juta orang selama 40 hari itu. Pengaruh buat AS secara ekonomi diramal mencapai 30 miliar dolar AS. Lebih dari 10 persennya datang dari New York/New Jersey. Pemerintah setempat memproyeksikan keuntungan 3,3 miliar dolar AS atau kira-kira 56 triliun rupiah.
"Lebih dari sejuta pengunjung akan makan di restoran kami, menginap di hotel kami, berbelanja di toko-toko kami, dan mengalami yang terbaik dari wilayah kami. Pengaruhnya akan terasa ke sektor-sektor lain seperti retail, transportasi, teknologi, dan budaya. Artinya, ke semua sendi perekonomian kami," ucap Tammy Murphy, istri dari Gubernur New York/New Jersey.
Walikota Newark, Ras Baraka, mengaku tengah berusaha mencari cara untuk menjaring dampak besar dari Piala Dunia secara ekonomi untuk masyarakat. "Kami mesti mencoba menghidupkan bisnis-bisnis, membantu ekonomi bertumbuh, dan membantu rakyat mencari nafkah terutama saat biaya hidup naik. Piala Dunia menjadi kesempatan luar biasa bagi kami untuk melakukan hal yang benar secara bersama-sama," ucapnya.
13 Kali Super Bowl
Metlife Stadium absen menggelar perempat dan semifinal. Namun, stadion megah di East Rutherford itu menjadi tempat gelaran duel puncak turnamen alias final pada 9 Juli nanti.
"Secara khusus, ketika final tergelar di wilayah seperti ini, orang-orang akan mengharapkan kemegahan saat datang ke sini. Sebab itulah yang mereka pikirkan tentang Amerika Serikat. Kami dipercaya menggelar final karena wilayah ini adalah ibu kotanya dunia. Kami perlu membuktikan diri mampu mengambil tanggung jawab dan sensasi tersebut," ujar Lasry.
Negara bagian ini tak sabar ingin menjadi pusat perhatian dunia untuk laga puncak itu. Jumlah pasang mata yang menyaksikan final Piala Dunia 2022 lalu mencapai 13 kali perhelatan terakbar di AS, Super Bowl.
Piala Dunia merupakan pergelaran terakbar olahraga paling populer di seluruh dunia ini, tapi New York memang memiliki maginya tersendiri.
Editor: Christian Gunawan
