TVRINews – Zurich
Otoritas Sepak Bola Eropa Melayangkan Surat Peringatan Hukum Menyusul Kegagalan Rencana Privatisasi Piala Dunia oleh Gianni Infantino
Persatuan Sepak Bola Eropa, UEFA, secara resmi mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melayangkan surat peringatan hukum atau preservation letter kepada FIFA Selasa 4 Agustus 2026
Langkah tegas ini diambil sebagai buntut dari kegagalan proposal kontroversial terkait penjualan saham masa depan Piala Dunia kepada pihak investor swasta yang sebelumnya digagas oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari laporan Al Jazeera dan Associated Press, dokumen hukum tersebut dikirimkan menyusul gelombang penolakan global terhadap rencana penggalangan dana senilai 4,2 miliar dolar Amerika Serikat.
Proposal yang melibatkan firma investasi asal New York tersebut akhirnya ditarik dari pembahasan menyusul protes keras dari berbagai pemangku kepentingan sepak bola dunia.
Dalam surat resmi bertanggal hari Jumat yang dikeluarkan melalui firma hukum Dechert yang berbasis di New York, UEFA secara tegas meminta agar FIFA menyimpan seluruh dokumen, data, serta pesan elektronik yang berkaitan dengan polemik tersebut.
"Kami dapat mengonfirmasi bahwa dokumen preservasi atau preservation letter telah dikirimkan," tulis perwakilan UEFA melalui surat elektronik resmi, seraya menambahkan bahwa pihaknya belum akan memberikan komentar lebih lanjut untuk saat ini, seperti dilaporkan oleh Al Jazeera.
Surat peringatan hukum tersebut secara spesifik mencantumkan nama 18 pejabat tinggi FIFA. Beberapa figur penting yang masuk dalam daftar tersebut di antaranya adalah Presiden FIFA Gianni Infantino, Kepala Keuangan yang berbasis di Zurich Thomas Peyer, serta Arsene Wenger selaku Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA.
Para pengamat hukum olahraga menilai bahwa pengiriman preservation letter merupakan indikasi kuat dari potensi proses hukum lanjutan. Para pengacara UEFA menyebutkan bahwa tindakan hukum, arbitrase, serta pengaduan regulasi sedang dipertimbangkan secara serius karena rencana tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip tata kelola sepak bola yang baik.
Sementara itu, tekanan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino kian tak terbendung setelah Federasi Sepak Bola Swedia mengonfirmasi bahwa UEFA tengah aktif mencari kandidat alternatif untuk menantang posisinya.
Pemilihan Presiden FIFA berikutnya dijadwalkan akan berlangsung pada bulan Maret mendatang di Maroko, di tengah krisis politik terbesar yang mengguncang masa jabatan satu dekade terakhir pemimpin tertinggi sepak bola dunia tersebut.









