TVRInews – Kolombia
FIFA Hadapi Tekanan Eropa, CONMEBOL Beri Dukungan Penuh untuk Gianni Infantino.
Presiden FIFA Gianni Infantino mendapat suntikan dukungan politik dan moral dari sejumlah tokoh sepak bola Amerika Selatan di tengah badai krisis tata kelola global yang melanda induk organisasi sepak bola dunia tersebut.
Kunjungan kerja ke Kolombia pada Jumat 7 Agustus 2026 lalu mempertemukan Infantino dengan para petinggi sepak bola regional. Kehadiran pemimpin tertinggi FIFA di kota Cali itu bertepatan dengan pelantikan Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella.
Foto-foto resmi yang dirilis Federasi Sepak Bola Kolombia memperlihatkan Infantino tersenyum hangat bersama Presiden Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL), Alejandro Dominguez, serta Presiden Federasi Sepak Bola Kolombia, Ramon Jesurun.
Lawatan ini berlangsung ketika pria berusia 56 tahun tersebut tengah menghadapi sorotan tajam publik internasional. Gelombang kritik muncul setelah rencana kontroversial mengenai pembukaan investasi swasta di tubuh Piala Dunia menuai penolakan keras dan akhirnya dibatalkan.
Ketika jurnalis dari Kantor Berita AFP mengajukan pertanyaan apakah kemelut di tubuh FIFA telah berakhir, pengacara berdarah Italia-Swiss yang menjabat sejak 2016 itu memilih bungkam.
Meski demikian, di sela-sela kegiatannya menghadiri festival sepak bola anak-anak di sebuah kompleks olahraga di Cali, Infantino menyampaikan antusiasmenya.
"Merupakan sebuah kegembiraan untuk bisa berada di sini hari ini," ujar pemimpin FIFA tersebut di hadapan puluhan anak mengenakan perlengkapan olahraga.
"Sepak bola adalah kegembiraan, sepak bola adalah kebahagiaan, sepak bola adalah persatuan," ucapnya menambahkan bahwa banyak talenta hebat lahir dari belahan bumi tersebut dan wilayah Kolombia.
Dukungan regional ini menjadi krusial bagi Infantino yang bersiap maju dalam pemilihan masa jabatan keempat sekaligus yang terakhir pada Kongres FIFA di Rabat, Maret mendatang.
Di sisi lain, tekanan eksternal masih membayangi, terutama dari badan sepak bola Eropa, UEFA. Pada Kamis sebelumnya, UEFA menegaskan kembali ancaman boikot terhadap turnamen akbar tersebut, meskipun FIFA telah resmi menarik proposal investasi swasta.
CONMEBOL, yang menaungi 10 anggota afiliasi termasuk kekuatan besar seperti Argentina dan Brasil, sempat menyuarakan keprihatinan atas tindakan sepihak yang berulang kali diambil oleh FIFA. Namun, dinamika berubah ketika Presiden CONMEBOL menyatakan sikap terbuka kepada media Kolombia pada hari Jumat 8 Agustus 2026.
"Seseorang tidak bisa mengabaikan kerja besar yang telah dilakukan," kata Dominguez, seraya menekankan pentingnya dialog konstruktif demi kemajuan sepak bola global tanpa harus selalu sepemikiran dalam setiap kebijakan.
Setelah Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) dan Federasi Paraguay menyampaikan ikrar dukungan pada hari Kamis, langkah serupa diikuti oleh federasi sepak bola Venezuela dan Ekuador pada hari Jumat.
Kedua negara tersebut menyambut baik keputusan pembatalan entitas komersial kontroversial yang diberi nama FIFA Forward Enterprise, yang sebelumnya dirancang untuk membuka akses bagi investor swasta.
Melalui surat resmi kepada pimpinan tertinggi FIFA, Presiden Federasi Ekuador, Francisco Egas Larreategui, menegaskan keyakinannya terhadap kepemimpinan Infantino beserta jajarannya untuk terus mengabdikan diri bagi kemajuan cabang olahraga ini.
Di luar agenda sepak bola, kehadiran Infantino di pelantikan Presiden Abelardo de la Espriella turut menarik perhatian pengamat politik internasional. Kepala negara baru Kolombia tersebut mengambil langkah menyimpang dari tradisi konvensional dengan memilih menggelar upacara pelantikan di kota Cali, yang dikenal sebagai pusat kebudayaan salsa, alih-alih di gedung Kongres di Bogota.









