
Foto: Timnas Indonesia (Dok. TVRINews.com/Mukhamad Fatkhur Rozaq)
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai kemenangan perdana Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026 patut diapresiasi dan disyukuri tanpa dirayakan secara berlebihan.
Menurutnya, kemenangan 4-0 atas St. Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat, 27 Maret 2026, merupakan awal yang baik, bukan akhir dari tujuan yang ingin dicapai.
Ia menegaskan Timnas Indonesia saat ini berada di jalur yang tepat. Terlebih, hasil tersebut menjadi kemenangan pertama di bawah pelatih anyar, John Herdman.
Meski demikian, ukuran sesungguhnya tetap terletak pada konsistensi serta kesiapan menghadapi tantangan berikutnya.
Erick menyampaikan apresiasinya melalui unggahan di media sosial sekaligus mengajak seluruh elemen tim untuk tetap menjaga fokus.
Ia menekankan bahwa hasil positif tersebut harus menjadi energi untuk melangkah lebih jauh, bukan alasan untuk cepat berpuas diri.
“Alhamdulillah, hasil bagus untuk Timnas Indonesia melawan St. Kitts and Nevis di pertandingan pertama FIFA Series. Terima kasih kepada para pemain, pelatih John Herdman, dan seluruh ofisial yang sudah berjuang. Apresiasi juga untuk seluruh suporter Indonesia yang selalu setia mendukung timnas bertanding. Perjuangan belum selesai, fokus ke pertandingan berikutnya,” ujar Erick dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Sabtu, 28 Maret 2026.
Ia juga menilai, dari sisi pola permainan dan strategi, performa Timnas Indonesia menunjukkan perkembangan positif.
Penampilan menonjol Beckham Putra, serta kontribusi dari Ole Romeny dan Mauro Zijlstra dinilai menjadi indikasi tim berada di jalur yang benar.
Meski demikian, Erick kembali mengingatkan bahwa pekerjaan belum selesai. Timnas Indonesia akan menghadapi Bulgaria di partai final FIFA Series pada Senin, 30 Maret 2026, setelah lawan tersebut sebelumnya mengalahkan Kepulauan Solomon.
“Kemenangan ini menjadi modal kepercayaan diri, tetapi lawan berikutnya menuntut standar yang lebih tinggi. Saya yakin pelatih dan para pemain sudah mengalihkan fokus ke final melawan Bulgaria dengan persiapan yang lebih matang, disiplin, dan tetap waspada,” kata Erick.
Editor: Redaktur TVRINews
