TVRINews, Jakarta
Tim Bulutangkis Indonesia menjalani latih tanding dengan NTT East Badminton Club Jepang sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Latih tanding tersebut menjadi tambahan variasi dalam pemusatan latihan tim Indonesia. Pertandingan melawan klub Jepang dinilai memberikan pengalaman menghadapi pola permainan yang berbeda sebelum berlaga di ajang multievent Asia tersebut.
Pelatih Ganda Putra Indonesia Antonius Budi Ariantho mengatakan latih tanding dengan klub Jepang memberikan manfaat bagi para pemain karena dapat menghadapi variasi permainan yang berbeda.
"Dengan sparing bersama klub dari Jepang saya rasa sangat positif. Kami bisa mendapat variasi pola main dari lawan yang berbeda. Kalau dengan tim sendiri kan sudah sehari-hari," ujar Anton dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh tvrinews.com, Rabu, 16 September 2026.
Menurutnya, pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu pemain menghadapi berbagai karakter permainan saat bertanding di Asian Games.
"Manfaatnya nanti bisa dirasakan saat pertandingan, sudah lebih banyak dan siap dengan pola yang berbeda-beda," ucap Anton.
Anton juga mengatakan lima pemain ganda putra yang disiapkan untuk Asian Games telah menjalani persiapan dengan skema pasangan yang berbeda-beda.
Sejak menjalani pemusatan latihan di Indonesia, kelima pemain tersebut secara rutin dipasangkan secara bergantian. Pola tersebut dilakukan untuk mempersiapkan pemain menghadapi kebutuhan pertandingan.
"Dari sejak di Indonesia sudah dibiasakan, lima pemain ini kami putar dengan pasangan yang berbeda. Saya rasa persiapan sudah matang banget, tinggal lihat nanti ketemu siapa, kebutuhannya bagaimana," kata Anton.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dijadwalkan dibuka pada 19 September 2026. Cabang olahraga bulutangkis akan dipertandingkan dalam nomor beregu pada 20-24 September, kemudian nomor perorangan pada 25-29 September 2026.










