TVRINews, Jakarta
Penyerang sayap kiri Timnas U-22 Indonesia Luke Xavier Keet mengaku bangga bisa bergabung dalam pemusatan latihan (TC) di Stadion Madya, Jakarta.
Pemain berdarah Indonesia-Australia itu menyebut momen mengenakan seragam tim nasional sebagai pengalaman yang sangat berharga.
“Aku sangat bangga. Aku lahir di Jakarta, dan sudah lama tidak pulang. Jadi aku merasa sangat bangga memakai logo ini. Sangat bangga,” kata Luke Keet ketika ditemui wartawan termasuk tvrinews.com, Rabu, 12 November 2025.
Luke Keet yang kini berkarier di Yunani adalah salah satu dari tiga pemain diaspora yang mengikuti seleksi di TC kedua Timnas U-22, bersama Reycredo Beremanda dan Muhammad Mishbah. Ketiganya datang dengan inisiatif sendiri dan kini sedang dinilai oleh tim pelatih.
“Aku sedang mengenal para pemain, semuanya sangat ramah. Aku juga menyesuaikan diri dengan udara di sini, sangat berbeda dengan di Eropa. Tapi aku menikmatinya,” ujar Luke Keet.
Soal adaptasi, pemain kelahiran Jakarta itu mengakui perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan iklim tropis.
“Agak sulit, karena di sini sangat lembap dan panas. Tapi semuanya butuh waktu dan kesabaran. Semua staf banyak membantu aku, jadi rasanya luar biasa,” ucap Luke Keet.
Luke Keet menceritakan ia lahir dan sempat bersekolah di Jakarta sebelum pindah ke luar negeri saat berusia sembilan tahun.
“Ibuku orang Indonesia. Tapi aku belum pernah kembali sejak itu, jadi rasanya sangat menyenangkan bisa kembali. Aku akan segera memperbaiki Bahasa Indonesiaku, semoga cepat bisa,” tutur Luke Keet.
Soal peluang masuk skuad final, Luke menegaskan hanya ingin fokus memberikan yang terbaik.
“Aku sangat menghargai kesempatan ini. Bisa berada di lingkungan ini saja sudah merupakan sebuah kehormatan. Aku akan melakukan yang terbaik, dan biarkan Tuhan yang menentukan sisanya,” kata Luke Keet.
Ia juga bercerita terdapat beberapa pemain terdahulunya banyak membantunya beradaptasi, termasuk Brandon Scheunemann.
“Brandon yang paling banyak membantu, karena dia fasih berbahasa Indonesia. Tapi aku juga sering bicara dengan para pemain naturalisasi lainnya. Bahkan pelatih pernah menyuruhku memimpin doa sebelum makan malam. Jadi, perlahan-lahan aku belajar,” ujar Luke Keet.
Ketika ditanya mengapa memilih memperkuat Indonesia meski bisa membela Australia, Luke menjawab dengan tegas.
“Sejujurnya, aku sudah lama tidak pulang ke Australia, dan aku tidak terlalu memikirkannya. Tapi sambutan dari orang-orang Indonesia sangat menghangatkan hati. Aku merasa punya hubungan pribadi yang kuat dengan Indonesia. Aku lahir di sini karena suatu alasan, dan aku percaya itu,” ucap Luke Keet.
Timnas U-22 Indonesia saat ini tengah bersiap menghadapi dua laga uji coba melawan Mali pada 15 dan 18 November 2025 di Stadion Pakansari, Bogor, sebelum bertolak ke Thailand untuk tampil di SEA Games awal Desember mendatang.










