TVRINews, Tangerang
Pelatih FC Bekasi City Women Rudy Eka Priyambada mengakui timnya masih memiliki pekerjaan rumah dalam penyelesaian akhir setelah bermain imbang 1-1 melawan Garudayaksa Women FC pada pekan kedua Indonesia Women's League (IWL) 2026/27.
Bertanding di Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Minggu, 25 Oktober 2026, FC Bekasi City Women tampil dominan, terutama pada babak pertama. Namun, sejumlah peluang yang tercipta belum mampu dikonversi menjadi gol sehingga tim harus puas membawa pulang satu poin.
Rudy Eka mengaku kecewa dengan hasil tersebut karena timnya gagal meraih poin penuh. Meski demikian, ia menilai pertandingan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi para pemain dan tim.
“Pastinya kita kecewa dengan hasil imbang karena tidak bisa membawa pulang poin penuh. Namun, bagaimanapun, ini sebuah liga. Liga ini adalah proses dan pembelajaran bagi semua pemain dan tim,” ujar Rudy Eka kepada wartawan termasuk tvrinews.com sesuai pertandingan, Minggu, 25 Oktober 2026.
Ia juga menyoroti proses terjadinya gol Garudayaksa Women FC pada menit ke-56. Menurutnya, tim belum mampu mengantisipasi bola pantul setelah situasi tendangan bebas, terutama saat bertransisi dari menyerang ke bertahan.
“Bagaimana mereka bisa mencetak gol, itu karena transisi dari menyerang ke bertahan dalam situasi tendangan bebas. Ada bola pantul dan kami tidak siap mengantisipasinya. Itu menjadi pekerjaan rumah yang harus saya perbaiki pada pertandingan berikutnya,” kata Rudy Eka.
Selain masalah antisipasi pertahanan, mantan pelatih Timnas Putri Indonesia ini menilai penyelesaian akhir dan kedisiplinan posisi pemain saat membangun serangan masih perlu dibenahi.
Ia menjelaskan FC Bekasi City Women telah mencoba menerapkan pola menyerang dengan formasi 3-2-5.
Namun, pergerakan pemain yang belum disiplin membuat alur serangan yang dibangun melalui operan dan penguasaan bola kerap kehilangan efektivitas di sepertiga akhir lapangan.
“Pada dasarnya permainan tadi sudah lebih baik. Pemain juga lebih menikmati permainan, dengan passing-passing. Namun, problematikanya adalah finishing. Ketika menyerang dengan pola 3-2-5, masih banyak pemain yang tidak disiplin posisi,” ucap Rudy Eka.
Rudy Eka menambahkan timnya juga terlalu fokus menerapkan tekanan tinggi sepanjang pertandingan.
Padahal, menurutnya, pendekatan tersebut membuat FC Bekasi City Women kurang memanfaatkan kelemahan lawan yang bisa dieksploitasi melalui serangan balik.
Ia menilai tim seharusnya mampu mengatur tempo dan strategi dengan lebih baik, alih-alih terus menekan ketika memiliki kesempatan untuk memancing lawan keluar dari area pertahanan.
“Kami bermain 90 menit dengan high press. Karena terlalu menikmati high press, kami lupa bahwa salah satu kelemahan Garudayaksa adalah ketika mereka keluar, kami bisa melakukan counter. Sebenarnya seperti itu, tetapi tadi kami terlalu nyaman bermain bola,” tutur Rudy Eka.
Dalam pertandingan tersebut, Garudayaksa Women FC lebih dahulu unggul melalui gol Sri Maharani pada menit ke-56. FC Bekasi City Women kemudian menyamakan kedudukan lewat sundulan Rosalia pada menit ke-69 setelah menerima umpan Marin Kai.
Kedua tim terus berupaya mencetak gol kemenangan hingga pertandingan berakhir, tetapi skor 1-1 tetap bertahan. Hasil tersebut membuat FC Bekasi City Women mengoleksi dua poin di klasemen sementara IWL 2026/27.










