
Kieron Bowie, meniti karier dan harapan dari akar rumput.
Penulis: Muhammad Ridwan
TVRI News – Edinburgh, Skotlandia
Bowie siap bersaing dengan para pemain lain demi memperjuangkan satu tempat dalam skuad Skotlandia di Piala Dunia 2026.
Penyerang Hibernian, Kieron Bowie memiliki impian besar tampil di Piala Dunia 2026. Ia bakal berusaha keras meyakinkan pelatih Steve Clarke, untuk memanggilnya ke skuad Timnas Skotlandia.
Bowie tengah dalam performa yang cukup baik musim ini. Ia berhasil cetak sembilan gol dari 28 penampilan, setelah akhirnya menemukan posisinya sebagai striker murni di Hibs 18 bulan lalu.
“Siapa pun yang terlibat dengan Skotlandia selama setahun terakhir, mereka berbohong jika bilang ‘Saya tidak ingin ke sana [Piala Dunia]’. Tentu saya ingin ke sana, tapi sekarang saya harus berfokus pada apa yang saya lakukan di sini, di klub. Semoga itu membawa saya untuk naik ke penerbangan itu,” kata Bowie dikutip BBC.
Bowie mengenang perjalanan panjangnya dari sepak bola taman di kampung halamannya, Kirkcaldy, hingga ke level profesional. Ia memulai karier di Raith Rovers, rival lokal Dunfermline, di bawah pengawasan John McGlynn.
“Hingga usia 16 tahun, saya cuma bermain dengan teman-teman – lalu ada Fife League saat itu,” kenangnya.
“Saya hanya di sana beberapa bulan, lalu John McGlynn dan [asisten] Paul Smith masuk ke Raith, dan entah bagaimana mereka mulai memerhatikan saya sedikit demi sedikit,” tambahnya.
Sebagai pemain yang saat itu masih berusia 16 tahun, Bowie sadar masih banyak kekurangan. Ia berusaha keras untuk mengatasinya dengan berlatih keras.
Meski sudah memainkan dua laga bersama Skotlandia tahun lalu, Bowie merasa perkembangan kariernya agak terlambat. Ia menekankan bahwa setiap pemain memiliki jalur berbeda menuju kesuksesan.
“Ada yang melalui akademi profesional, ada yang melalui klub akar rumput seperti saya. Setiap orang punya cara berbeda. Kalau semua orang sukses dengan cara yang sama, pasti membosankan, ‘kan?.”
Perjalanan Bowie sempat membawa dirinya ke London dan bermain di posisi sayap, termasuk pada dua musim pinjaman di Northampton Town. Hanya, ia tidak nyaman menempati pos tersebut karena kemampuannya tak keluar secara maksimal.
“Saya sebenarnya bukan striker murni. Saya main di sayap saat dipinjam ke Northampton selama dua musim di hampir 100 pertandingan. Bayangkan saya, orang setinggi ini, harus berlari-lari di sayap,” ujarnya.
“Lalu saya datang ke Hibs, dan mereka bilang, kami melihatmu sebagai nomor sembilan. Itu memberi keyakinan pada saya untuk bermain sebagai striker sejati. Jelas saya masih muda, cukup muda, untuk belajar dari pengalaman. Jadi saya berharap bisa maksimal dan terus berkembang,” lanjutnya.
Satu momen penting yang membuat nama Bowie makin diperhitungkan adalah gol spektakulernya ke gawang Partizan Belgrade di kualifikasi Conference League pada Agustus lalu. Performanya musim ini pun menarik perhatian banyak pihak, termasuk spekulasi tentang ketertarikan dari klub-klub top seperti Celtic, Rangers, dan beberapa klub Inggris.
Namun, Bowie menegaskan tujuan utamanya tetap satu, masuk skuad Skotlandia untuk Piala Dunia 2026. Ia siap bersaing dengan para pemain lain demi memperjuangkan satu tempat untuk dirinya.
“Musim panas lalu berbeda, karena hanya pertandingan persahabatan. Tapi itu menunjukkan saya tidak terlalu jauh dari level itu. Tentu saja, melihat beberapa pemain di tim, Anda kadang bertanya, ‘Apakah saya cukup bagus?’ dan mempertanyakan diri sendiri. Tapi Anda harus meyakinkan diri sendiri, ‘Saya pantas berada di sini dan saya layak mendapat kesempatan ini’.”
“Fokus saya sekarang adalah bermain sebaik mungkin di Hibernian, menunjukkan kemampuan dan kesiapan saya. Jika saya bisa terus berkembang, semoga itu membuka jalan untuk bergabung dengan skuad Skotlandia di Piala Dunia 2026,” ujarnya.
Baca juga: Pemanasan Piala Dunia 2026, Skotlandia Tantang Jepang dan Curacao
Editor: Redaktur TVRINews
