
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI) Michael Sianipar mendorong adanya perhatian dan apresiasi yang layak bagi Timnas Futsal Indonesia usai mencatatkan sejarah sebagai runner up Piala Asia Futsal 2026.
Tim besutan Hector Souto untuk pertama kalinya menembus partai final Piala Asia Futsal 2026 dan memberi perlawanan sengit kepada Iran yang berstatus peringkat kelima dunia.
Pada laga final yang digelar di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Sabtu, 9 Februari 2026, Indonesia menahan imbang Iran 5-5 sebelum akhirnya kalah tipis 4-5 lewat adu penalti.
Michael menilai pencapaian tersebut tidak kalah prestisius dibandingkan keberhasilan Indonesia meraih medali emas SEA Games. Karena itu, ia berharap ada bentuk apresiasi, termasuk bonus, dari berbagai pihak.
“Prestasi kita di AFC ini menurut saya tidak kalah hebat dari emas SEA Games. Wajar kalau para pemain berharap ada apresiasi,” ujar Michael, Senin, 9 Februari 2026.
Namun, ia mengakui keterbatasan federasi dalam memberikan bonus secara langsung kepada pemain. Menurutnya, kapasitas FFI saat ini belum memungkinkan untuk memberikan apresiasi finansial secara mandiri.
“Saya harus jujur, sebagai Ketua Umum kapasitas saya terbatas. Saya tidak sanggup memberikan bonus secara langsung,” kata Michael.
Michael berharap perhatian dapat datang dari pemerintah maupun pihak swasta, termasuk sponsor, sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras dan pencapaian para pemain Timnas Futsal.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan federasi secara profesional agar ke depan sistem apresiasi bagi atlet bisa lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Kita semua mengakui pencapaian kemarin luar biasa. Apresiasi dan motivasi penting agar para pemain terus semangat, bukan hanya di futsal, tapi di semua cabang olahraga,” ucap Michael.
Michael berharap aspirasi tersebut dapat sampai kepada para pemangku kebijakan yang memiliki kapasitas untuk memberikan dukungan nyata bagi atlet nasional.
Editor: Redaktur TVRINews
