TVRINews, Jakarta
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengakui Thailand memiliki pengalaman lebih banyak dalam turnamen internasional menjelang pertemuan kedua tim pada final FIFA ASEAN Cup 2026.
Herdman mengatakan Thailand juga memiliki sejarah yang cukup baik saat menghadapi Indonesia. Sehingga, ia meminta para pemain Timnas Indonesia mampu mengubah tren tersebut pada pertandingan final.
Dalam 78 pertemuan, Thailand lebih unggul dengan 37 kemenangan dibanding Indonesia 25 kali kalahkan Negeri Gajah Putih itu. 16 pertandingan lainnya pun berakhir imbang.
"Saya sudah melihat sejarah pertandingan antara kedua tim. Saya pikir Thailand telah memenangkan cukup banyak pertandingan melawan Indonesia, jadi saya yakin mereka akan percaya diri. Mereka memiliki sejarah mengalahkan Indonesia," kata Herdman kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Minggu, 4 Oktober 2026.
Menurut Herdman, pengalaman menjadi salah satu keunggulan Thailand. Chanathip Songkrasin dan kawan-kawan dinilai lebih terbiasa menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi di level Asia.
"Tim Thailand terbiasa bermain dalam kondisi seperti ini. Mereka memahami bagaimana bermain sepak bola di Asia. Seperti yang sudah saya katakan, mereka adalah tim yang berpengalaman. Mereka lebih berpengalaman daripada kami dalam hal turnamen internasional," ujar Herdman.
Meski demikian, Herdman melihat Indonesia memiliki keunggulan dari sisi kualitas pemain. Ia menyebut banyak pemain Indonesia yang bermain di kompetisi dengan level lebih tinggi.
"Secara kualitas, kami memiliki lebih banyak pemain yang bermain di liga dengan level lebih tinggi, sehingga kami memiliki keunggulan secara kualitas," tutur Herdman.
Herdman juga membandingkan karakter kedua tim dari sisi usia. Thailand memiliki rata-rata usia pemain yang lebih tua, sementara Indonesia mengandalkan skuad yang relatif lebih muda. Namun, Thailand dinilai memiliki keuntungan karena mampu melakukan rotasi pemain.
"Kami lebih tinggi di banyak posisi. Mereka memiliki rata-rata usia yang lebih tua, tetapi kami lebih muda dan mereka lebih segar. Mereka mampu melakukan rotasi pemain," kata Herdman.
Selain kualitas pemain, Herdman memberikan perhatian khusus terhadap fleksibilitas Thailand dalam mengubah formasi. Ia menyebut Thailand bisa menggunakan sejumlah skema berbeda sesuai dengan kebutuhan pertandingan.
"Sebanyak apa pun saya mengetahui Thailand, apakah mereka bermain dengan formasi diamond dan mengubah diamond tersebut menjadi lima pemain belakang, atau berpindah dari lima pemain belakang menjadi 4-2-1-3, atau 4-3-3, seperti yang kami lihat dari Anthony Hudson, dia adalah pelatih yang sangat fleksibel dan adaptif," ujar Herdman.
Herdman bahkan memberikan pujian kepada Hudson yang dinilainya sebagai pelatih berkualitas. Ia mengaku mengenal Hudson sejak berkiprah di Amerika Utara.
"Dia adalah pelatih top. Saya mengenalnya dari Amerika Utara. Dia sangat bagus dalam pekerjaannya," ucap Herdman.
Meski telah mempelajari kekuatan dan strategi Thailand, Herdman menilai faktor terpenting tetap berada pada mentalitas pemain Indonesia saat pertandingan berlangsung.
"Namun pada akhirnya, semuanya bergantung pada semangat yang kami bawa ketika tampil dan mentalitas kami, seperti yang disampaikan Kevin," tutur Herdman.
Herdman percaya Indonesia memiliki peluang untuk meraih kemenangan apabila mampu menjaga fokus, mengandalkan kekuatan sendiri, dan memaksimalkan setiap peluang yang muncul.
"Jika kami membawa mentalitas yang tepat, fokus pada diri sendiri, dan mampu memanfaatkan momen-momen yang ada, kami memiliki peluang yang besar," kaya Herdman.
Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026.










