
Suporter Argentina diperkirakan akan memadati Kansas City, markas Argentina, selama Piala Dunia 2026 (Foto: Xinhua)
Penulis: Kunta Bayu Waskita
TVRINews - Kansas City, Amerika Serikat
Presiden dan CEO Sporting Kansas City menyebut pemilihan Kansas City tidak lepas dari kualitas fasilitas, keramahan kota, dan lokasi geografisnya yang strategis.
Kota Kansas City, Texas, Amerika Serikat, kini tengah bersiap menjadi pusat perhatian pencinta sepak bola dunia setelah Timnas Argentina memilih kota tersebut sebagai base camp selama Piala Dunia 2026 pada 11 Juni-19 Juli mendatang.
Keputusan juara bertahan Piala Dunia itu menjadikan Kansas City sebagai markas tentunya akan membawa dampak besar. Dampak besar itu adalah lonjakan jumlah wisatawan hingga meningkatnya sorotan global terhadap kota yang berada di jantung Amerika Serikat tersebut.
Presiden dan CEO Sporting Kansas City, Jake Reid, menyebut pemilihan Kansas City tidak lepas dari kualitas fasilitas, keramahan kota, serta lokasi geografisnya yang strategis. Menurutnya, kehadiran Argentina akan menarik gelombang besar pendukung setia Albiceleste.
“Diperkirakan puluhan ribu penggemar Argentina akan datang untuk merasakan budaya Kansas City,” kata Reid dikutip dari Axios.
Dampaknya tidak hanya dirasakan dari sisi atmosfer sepak bola, tetapi juga ekonomi. Organisasi lokal penyelenggara Piala Dunia, KC2026, sebelumnya telah memperkirakan dampak ekonomi Piala Dunia mencapai 653 juta dolar AS (sekitar Rp11 triliun).
Angka tersebut dibuat bahkan sebelum pengumuman resmi dari Argentina. Dengan tambahan magnet besar berupa tim nasional paling ikonik di dunia sekelas Tim Tango, nilai tersebut berpotensi meningkat signifikan.
Sebelumnya Kedutaan Besar Argentina mencatat sekitar 35.000 hingga 40.000 pendukung Argentina melakukan perjalanan langsung dari negaranya ke Piala Dunia 2022 lalu di Qatar.
Sementara itu, sebuah survei pada tahun 2024 terhadap 2.000 penggemar sepak bola di Amerika Serikat menempatkan Argentina sebagai tim nasional ketiga terpopuler, di bawah Amerika Serikat dan Meksiko.
CEO KC2026, Pam Kramer, menegaskan bahwa kehadiran Argentina bukan hanya soal sepak bola, tetapi juga tentang nilai dan semangat yang sejalan dengan identitas Kansas City.
“Argentina adalah salah satu tim paling ikonik di dunia sepak bola, yang mewakili keunggulan, semangat, dan hubungan mendalam antara tim dan para pendukungnya. Di Kansas City, kami memahami apa artinya mencapai level tersebut,” kata Kramer.
Sedangkan Reid juga menyinggung sisi budaya yang akan ikut “bertabrakan” secara menyenangkan. “Akan ada banyak orang Argentina yang mencoba membandingkan barbekyu Argentina dengan barbeque Kansas City,” katanya, sambil bergurau.
Kansas City sendiri disebutnya telah melakukan pendekatan sejak awal. Reid mengungkapkan bagaimana skuad Argentina disambut dengan pengawalan polisi, akomodasi kelas atas, serta fasilitas latihan yang dinilai terbaik di Amerika Utara.
Fasilitas latihan yang kini dinamai FIFA sebagai Sporting KC Training Centre menampilkan ruang ganti Timnas AS, pusat kebugaran kelas dunia, ruang cold plunge, ruang permainan, hingga area khusus untuk tidur siang. Lebih dari 20 negara telah meninjau fasilitas ini dalam 18 bulan terakhir.
Meski Kansas City menjadi kota tuan rumah terkecil dari 16 kota Piala Dunia, lokasinya di tengah Amerika Utara dinilai ideal sebagai basis logistik.
Satu hal yang disayangkan Reid dan masih menjadi tanda tanya besar adalah partisipasi Lionel Messi. “Lionel Messi, yang memimpin Inter Miami meraih gelar juara MLS pertama mereka pada bulan Desember lalu, belum mengonfirmasi apakah dia akan bermain di Piala Dunia,” ucap Reid.
Pada akhirnya, Reid menyimpulkan dampak besar yang akan dirasakan kota tersebut. “Ini akan menyenangkan, tetapi juga akan menghebohkan,” katanya.
Editor: Kunta Bayu Waskita
