
Trofi Piala Dunia (TVRI/Nicklas Hanoatubun)
Penulis: Muhammad Ridwan
TVRINews – Kopenhagen, Denmark
Dijadwalkan meluncur pada 1 Maret 2026, LEGO FIFA World Cup Official Trophy merupakan replika skala 1:1 berlisensi resmi pertama dari trofi Piala Dunia dengan satu set berisikan 2.842 keping.
Menjelang Piala Dunia 2026, LEGO Group memilih jalur yang tak biasa untuk memanaskan atmosfer turnamen. Mereka menghadirkan kembali kejayaan sepak bola dunia lewat sentuhan kreativitas dan nostalgia.
Berkolaborasi dengan FIFA, LEGO merilis LEGO Editions FIFA World Cup Official Trophy. Peluncuran ini menandai perayaan di antara sejarah, imajinasi, dan mimpi jutaan penggemar sepak bola.
Produk ini menjadi pembuka dari rangkaian khusus LEGO yang dirancang untuk menyambut panggung terbesar sepak bola dunia. Dijadwalkan meluncur pada 1 Maret 2026, LEGO FIFA World Cup Official Trophy merupakan replika skala 1:1 berlisensi resmi pertama dari trofi Piala Dunia dengan satu set berisikan 2.842 keping.
LEGO menyematkan detail-detail simbolis di dalamnya. Pada bagian bola dunia di puncak trofi, terdapat adegan tersembunyi yang dapat dibuka melalui mekanisme khusus.
Di sana terpampang logo Piala Dunia 2026 serta sebuah minifigur eksklusif yang memegang miniatur trofi. Sementara itu, bagian dasar trofi menampilkan pelat cetak berisi daftar seluruh juara Piala Dunia sejak 1974, yang juga mengikat set ini dengan perjalanan sejarah turnamen.
Aspek visual juga mendapat perhatian serius. Kombinasi balok berlapis emas dan elemen emas cetak menghasilkan kilau khas trofi Piala Dunia, set ini bahkan menjadi yang pertama dalam sejarah LEGO yang menggunakan elemen berwarna emas dalam jumlah sebesar itu, menegaskan posisi trofi ini sebagai produk istimewa.
Peluncuran trofi LEGO ini turut dimeriahkan kehadiran lima legenda Piala Dunia, yakni Roberto Carlos, Cafu, Iker Casillas, Sami Khedira, dan Marco Materazzi. Lima nama, lima gelar juara, dan lima kisah berbeda tentang bagaimana mereka mencapai puncak sepak bola dunia.
Dalam sebuah tayangan di balik layar, para legenda tersebut untuk pertama kalinya melihat versi LEGO dari trofi yang pernah mereka angkat. Reaksi spontan pun muncul, mulai dari tawa, rasa tak percaya, hingga nostalgia yang langsung membawa mereka kembali ke malam-malam final Piala Dunia.
Candaan khas pesepak bola juga mewarnai momen tersebut. Roberto Carlos dan Cafu sempat berdebat soal siapa yang berhak membawa pulang trofi LEGO itu, sebelum akhirnya masing-masing legenda menerima set personal mereka. Di balik gurauan, terselip refleksi tentang mimpi masa kecil, makna kejayaan, dan bagaimana sepak bola mampu melintasi generasi.
“Menjuarai Piala Dunia FIFA adalah salah satu momen paling luar biasa dalam hidup saya, dan saya tidak akan pernah melupakan bagaimana rasanya memegang trofi itu. Saya tahu kami tidak akan bisa mencapainya tanpa dukungan luar biasa dari para penggemar dan apa arti trofi ini bagi mereka," kata Roberto Carlos dikutip Soccerbible.
"Sekarang, lewat set LEGO World Cup Trophy, para penggemar bisa menciptakan versi mereka sendiri dan membawa keajaiban itu ke rumah. Ini bukan sekadar merakit trofi, ini tentang berbagi kecintaan terhadap sepak bola bersama keluarga dan teman,” Roberto Carlos menambahkan.
Bagi LEGO, trofi Piala Dunia ini bukan sekadar replika. Barang tersebut menjadi simbol penghubung antara masa lalu dan masa depan sepak bola, antara para legenda dan generasi penggemar berikutnya.
Editor: Muhammad Ridwan
