
Foto: Timnas Meksiko (Dok. FIFA)
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Trio tuan rumah Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat mencatat hasil beragam dalam jeda internasional Maret sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Dunia FIFA 2026.
Meski tak satu pun meraih kemenangan, ketiga tuan rumah tetap mendapat pelajaran penting dari laga uji coba melawan tim-tim kuat Eropa.
Kanada yang tampil tanpa bintang utama Alphonso Davies, Kanada menunjukkan daya juang dengan bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk bermain imbang 2-2 melawan Islandia, lalu menahan Tunisia tanpa gol.
Penampilan Marcelo Flores menjadi sorotan, terutama saat tampil impresif di sisi sayap. Namun, masalah produktivitas masih terlihat. Dua gol Kanada di periode ini semuanya berasal dari penalti Jonathan David.
Meski begitu, Pelatih Timnas Kanada Jesse Marsch tetap optimistis melihat komitmen para pemainnya.
"Para pemain benar-benar rela berkorban untuk melakukan apa pun demi membantu tim meraih kesuksesan. Merupakan suatu kehormatan untuk menjadi pelatih mereka. Kami akan menghadapi beberapa keputusan sulit dalam delapan minggu ke depan, tetapi saya sangat menyukai tim kami, saya sangat menyukai peluang kamu," kata Marsch yang dikutip tvrinews.com dari laman resmi FIFA, Jumat, 3 April 2026.
Sementara, Meksiko datang ke laga uji coba dengan kondisi kurang ideal akibat cedera pemain kunci, namun mampu menahan imbang Portugal dan Belgia.
Pelatih Timnas Meksiko Javier Aguirre menilai timnya menunjukkan karakter kuat, terutama saat menghadapi Belgia.
"Ini adalah skenario terbaik yang mungkin, seperti yang sudah saya katakan; untuk bermain di sini, Anda harus punya nyali, karena para penggemar menuntut dan ingin menang serta menyaksikan permainan sepak bola yang bagus," ucap Agirre.
Penampilan solid juga ditunjukkan oleh Jorge Sanchez, sementara kiper senior Guillermo Ochoa kembali masuk skuad meski tidak dimainkan.
Berbeda dengan dua tuan rumah lainnya, Amerika Serikat justru menelan dua kekalahan beruntun, yakni 2-5 dari Belgia dan 0-2 dari Portugal. Hasil ini menjadi evaluasi penting bagi pelatih Mauricio Pochettino.
Masalah lini belakang serta menurunnya ketajaman Christian Pulisic menjadi perhatian. Meski demikian, Pochettino tetap melihat sisi positif dan menilai timnya tidak tertinggal jauh dari level tertinggi.
"Saya rasa kamp pelatihan ini sangat positif. Saya pikir ini adalah akhir dari siklus kami untuk persiapan Piala Dunia. Ya, saya lebih positif sekarang daripada sebelumnya karena melihat tim berkompetisi, kami tidak jauh dari tujuan. Hanya detail-detail kecil yang perlu kami buktikan," ujar Pochettino.
Secara keseluruhan, meski hasil belum maksimal, Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat tetap mendapatkan gambaran jelas tentang kekuatan dan kelemahan masing-masing menjelang tampil sebagai tuan rumah di Piala Dunia 2026.
Editor: Redaksi TVRINews
