TVRINews, Aichi
Kontingen Indonesia mengoleksi 10 medali pada hari pertama perebutan medali Asian Para Games 2026, Senin, 19 Oktober 2026. Hingga pukul 19.44 WIB, Merah Putih mengamankan satu medali emas, satu perak, dan delapan perunggu.
Medali emas pertama Indonesia dipersembahkan oleh Maulana Rifky Yavianda dari cabang olahraga para renang. Atlet asal Kabupaten Magetan tersebut menjadi yang tercepat pada nomor gaya bebas 100 meter putra klasifikasi S12 dengan catatan waktu 55,34 detik.
Rifky yang berstatus juara bertahan mencatatkan waktu 0,19 detik lebih cepat dibandingkan saat meraih emas pada nomor yang sama di Asian Para Games 2022.
Ia mengungguli perenang Uzbekistan, Dmitriy Khorlin, yang mencatatkan waktu 55,44 detik, serta wakil Jepang, Genki Saito, dengan 57,54 detik.
Sementara, medali perak diraih Junaidi dari cabang para judo kelas 70 kilogram putra klasifikasi J1. Ia harus mengakui keunggulan wakil China, Shiwen Zhu, pada partai final yang berlangsung Senin sore.
Delapan medali perunggu Indonesia berasal dari enam cabang olahraga. Dari para balap sepeda, Sufyan Saori meraih perunggu nomor 1.000 meter individual time trial C4-5 putra, sedangkan Vanza Mifthahul Jannah meraihnya pada nomor 4.000 meter individual time trial B putri.
Dua perunggu lainnya datang dari para angkat berat melalui Hilman di kelas 54 kilogram putra dan Ni Nengah Widiasih di kelas 41 kilogram putri.
Dheny Marsyelina menambah koleksi medali dari para judo kelas 60 kilogram J1 putri, sementara Hamida menyumbang perunggu dari para tenis meja TT8 putri.
Indonesia juga meraih perunggu melalui Karisma Evi Tiarani pada nomor lompat jauh T42/T44/T61-64 para atletik dan Theradina Audria Lee pada nomor gaya bebas 100 meter S10 para renang.
Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia Reda Manthovani mengapresiasi perjuangan para atlet pada hari pertama perebutan medali. Ia berharap perolehan medali emas Indonesia bertambah pada hari berikutnya.
“Raihan ini merupakan kegembiraan bagi kita semua. Semoga besok, Selasa, kita bisa mendulang emas lebih banyak lagi, karena pertandingan di cabang-cabang olahraga yang kita unggulkan memang masih baru bermain,” ujar Reda dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Senin, 19 Oktober 2026.
Reda menyebut peluang Indonesia menambah emas masih terbuka, terutama dari cabang boccia dan para bulu tangkis. Berdasarkan analisis tim, peluang tersebut dinilai masih sesuai dengan rencana yang telah disusun kontingen.
“Berdasarkan data analisis yang kita punya, ada beberapa medali emas yang ditargetkan. Insya Allah masih bisa kita dapatkan, seperti dari boccia dan bulu tangkis. Kalau melihat perkembangannya sejauh ini, masih sesuai jadwal. Saya optimistis bisa mendulang medali emas esok hari atau sampai penutupan,” tutur Reda.
Peluang Indonesia menambah medali pada Selasa, 20 Oktober 2026, terbuka dari cabang para bulu tangkis. Pasangan ganda putri SH6, Rina Marlina/Apriliyana Sulistyawati, berpeluang mengamankan medali perak setelah menyelesaikan dua pertandingan di nomor tersebut.
Pada kategori ganda putri SH6 yang hanya diikuti tiga pasangan dari tiga negara, Rina/Apriliyana menang atas wakil China Taipei, Yu-yen Wu/Yi-lin Cai, dengan skor 21-19, 21-8. Namun, mereka kalah dari pasangan China, Shuangbao Lin/Fengmei Li, dengan skor 6-21, 2-21.
Lin/Fengmei dijadwalkan menghadapi Yu-yen Wu/Yi-lin Cai pada Selasa. Hasil pertandingan tersebut akan menentukan kepastian medali bagi Rina/Apriliyana. Jika pasangan China menang, Rina/Apriliyana akan mengamankan medali perak.
“Kemungkinan sudah dapat medali perak, tapi untuk resminya tetap menunggu besok, China melawan China Taipei,” kata Rina.
Rina mengakui pertandingan melawan pasangan China berlangsung berat. Menurutnya, Lin/Fengmei merupakan lawan terberat, terlebih dirinya dan Apriliyana baru dipasangkan.
“Ini pertandingan yang lumayan berat, karena memang mereka musuh terberat. Dua-duanya sangat kuat. Apalagi kita juga baru dipasangkan,” ucap Rina.
Selain nomor ganda putri, Rina masih berpeluang meraih medali dari tunggal putri SH6 dan ganda campuran SH6 bersama Subhan. Ia telah memastikan tempat di semifinal tunggal putri SH6 setelah mendapat bye pada babak perempat final.
Sementara, pada ganda campuran SH6, Rina/Subhan masih akan memperebutkan status juara grup melawan pasangan China, Qingtao Zeng/Shuangbao Lin, pada Selasa sore.
“Mudah-mudahan yang mixed double, saya masih bisa menjaga gelar juara yang diraih di Asian Para Games 2022 Hangzhou. Mudah-mudahan masih bisa menjaga emasnya,” tutur Rina.
Peluang tambahan medali juga masih terbuka dari para renang, para balap sepeda, para atletik, serta cabang olahraga lain yang diikuti Indonesia.
Pada Asian Para Games 2026, kontingen Indonesia menargetkan tujuh medali emas, delapan perak, dan 17 perunggu. Perebutan medali dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu, 24 Oktober 2026.










