
Pelatih Turki, Vincenzo Montella, optimistis bisa mengatasi Rumania pada Play-off Piala Dunia 2026, Maret mendatang.
Penulis: Kunta Bayu Waskita
TVRINews - Istanbul, Turki
Pada babak semifinal play-off Piala Dunia 2026, Turki akan menghadapi Rumania 26 Maret 2026 di Stadion Besiktas, Istanbul, Turki.
Timnas Turki terus mematangkan persiapan menjelang babak play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026, fase krusial yang akan menentukan nasib mereka menuju putaran final di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, 11 Juni-19 Juli 2026.
Setelah finis sebagai runner-up Grup E, Turki harus menempuh jalur play-off Zona Eropa dengan dua pertandingan hidup-mati pada Maret 2026.
Pada babak semifinal play-off, Turki akan menghadapi Rumania 26 Maret 2026 di Stadion Besiktas, Istanbul, Turki.
Jika mampu melewati rintangan tersebut, skuad asuhan Vincenzo Montella akan melaju ke partai final melawan pemenang laga Slovakia versus Kosovo yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Maret 2026.
Hanya satu tim yang akan mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026 dari jalur ini.
Pelatih Turki, Vincenzo Montella, menyatakan optimismenya menghadapi tantangan tersebut.
Ia menegaskan bahwa fokus utama timnya adalah melangkah sejauh mungkin tanpa terlalu memikirkan siapa lawan yang akan dihadapi.
“Satu-satunya keinginan saya yang terdekat adalah Turki bisa bermain dalam laga final play-off Piala Dunia 2026,” ujar Montella, dikutip dari FIFA.
Montella juga memberikan perhatian khusus kepada Rumania yang dilatih oleh Mircea Lucescu, sosok yang sangat dikenal di sepak bola Turki karena pernah menangani klub Besiktas dan Galatasaray.
Menurut pelatih berusia 51 tahun itu, pengalaman Lucescu menjadi faktor yang tidak bisa diremehkan.
“Lucescu adalah pelatih yang sangat berpengalaman dan mengenal sepak bola Turki dengan sangat baik. Kami harus mempersiapkan diri secara maksimal,” kata Montella.
Meski begitu, Montella menilai masih ada waktu yang cukup panjang untuk mematangkan skuad. Ia ingin mengevaluasi kondisi dan performa seluruh pemain secara menyeluruh.
“Masih ada waktu hingga Maret. Kami akan mengevaluasi semua pemain dengan cara terbaik dan mengambil keputusan yang paling tepat,” ucapnya.
Penyesuaian Jadwal Liga demi Timnas Turki
Keseriusan Turki menuju play-off juga terlihat dari upaya penyesuaian jadwal kompetisi domestik.
Montella secara terbuka meminta agar Liga Super Turki (Super Lig) memberikan ruang bagi tim nasional untuk berlatih lebih lama.
Permintaan tersebut mendapat respons dari Federasi Sepak Bola Turki (TFF) yang kemudian menunda pertandingan pekan ke-27 liga domestik.
Montella menilai langkah ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas persiapan.
“Jika para pemain bisa menjalani satu pertandingan liga lebih sedikit dan kami memiliki beberapa hari tambahan untuk berlatih bersama, itu akan sangat membantu,” ujar striker AS Roma era 1990-an itu, dikutip dari Haberler.
Penyesuaian jadwal ini diharapkan mampu mengurangi kelelahan pemain sekaligus memberi waktu lebih panjang bagi tim pelatih untuk menyatukan strategi, meningkatkan kebugaran, dan memperkuat pemahaman taktik.
Penantian Dua Dekade
Turki terakhir kali tampil di Piala Dunia pada 2002, saat mereka secara mengejutkan meraih peringkat ketiga.
Kini, lebih dari dua dekade kemudian, ambisi untuk kembali ke panggung dunia kembali menyala. Montella menegaskan bahwa target besar itu menjadi motivasi utama timnya.
“Lolos ke Piala Dunia 2026 dan meraih hasil yang baik di sana adalah tujuan terbesar kami,” Montella menegaskan.
Dengan kombinasi optimisme pelatih, penyesuaian jadwal liga, serta fokus penuh pada dua laga penentuan, Turki berharap dapat mengakhiri penantian panjang mereka dan kembali tampil di ajang sepak bola terbesar dunia pada 2026.
Editor: Kunta Bayu Waskita
